Ledakan Hebat Diduga dari Petasan Guncang Situbondo, Satu Tewas dan Enam Luka-luka -->

Ledakan Hebat Diduga dari Petasan Guncang Situbondo, Satu Tewas dan Enam Luka-luka

Feb 20, 2026, February 20, 2026

 

Foto:Rumah Yang Terdampak ledakan petasan


VISTORBELITUNG.COM,Situbondo – Suasana siang yang tenang di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, mendadak berubah menjadi mencekam pada hari Jumat, 20 Februari 2026. Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bubuk petasan (mercon) menghancurkan pemukiman warga dan menewaskan satu orang.


Ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan kumandang azan zuhur. Kekuatan ledakan sangat besar hingga meratakan bangunan dan getarannya terasa hingga radius satu kilometer dari pusat ledakan. Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian, pusat ledakan diduga kuat berasal dari rumah milik Ibu Kulsum (60) yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan atau bahkan produksi petasan.


Akibat kejadian ini, satu rumah utama dilaporkan rata dengan tanah. Tak hanya itu, sekitar 5 hingga 7 rumah warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.


Insiden nahas ini memakan korban jiwa dan luka-luka. Total terdapat 7 orang korban dengan rincian sebagai berikut:


· Meninggal Dunia:


  · Supriyadi (50-55 tahun), ditemukan dalam keadaan tertimbun reruntuhan bangunan.


· Luka-luka (6 orang):


  · Abdurrahman (15 tahun), mengalami luka bakar hingga 90 persen dan dalam kondisi kritis. Korban dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem untuk mendapatkan penanganan intensif.


  · Ibu Kulsum (60 tahun), pemilik rumah, mengalami patah tulang kaki kanan dan luka bakar.


  · Empat korban lainnya yaitu Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), dan Fino (15-25 tahun) juga mengalami luka bakar dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Asembagus.


Pascaledakan, aparat kepolisian dari Polres Situbondo langsung bergerak cepat mengamankan lokasi. Garis polisi dipasang di sekeliling area kejadian untuk memudahkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).


Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya susulan, Tim Penjinak Bom (Jihandak) dari Brimob juga dikerahkan ke lokasi. Tim tersebut bertugas untuk memastikan tidak ada lagi sisa bubuk petasan yang masih aktif dan berisiko meledak kembali.


Saat ini, polisi tengah mendalami asal-usul serbuk petasan dalam jumlah besar yang menjadi penyebab ledakan. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam praktik produksi petasan ilegal yang berbahaya ini.

TerPopuler