Mimpi Muhammad Qasim: Di Madinah Sebelum dan Sesudah Ghazwatul Hind Hingga Bertemu Nabi Isa AS -->

Mimpi Muhammad Qasim: Di Madinah Sebelum dan Sesudah Ghazwatul Hind Hingga Bertemu Nabi Isa AS

Feb 20, 2026, February 20, 2026
Foto:Mimpi Muhammad Qasim Pidato ke 4 pada Tahun 2023 disampaikan



VISTORBELITUNG.COM,Fenomena Muhammad Qasim bin Abdul Karim, seorang pria asal Lahore, Pakistan, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Muslim dunia, termasuk Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir . Ia dikenal luas karena klaimnya telah menerima ratusan mimyu yang bersifat profetik atau kenabian, yang ia sebarkan sebagai peringatan dan kabar gembira dari Allah SWT dan Rasulullah SAW . Di tengah kontroversi dan beragamnya interpretasi, mimpi-mimpinya sering kali memberikan gambaran detail tentang akhir zaman, termasuk tentang Perang Besar melawan India yang dikenal dengan Ghazwatul Hind, serta peristiwa-peristiwa monumental setelahnya, seperti turunnya Nabi Isa AS dan peran Madinah sebagai pusat penting.


Salah satu narasi menarik dari rangkaian mimpi Muhammad Qasim adalah mengenai posisi Madinah, atau Yatsrib, sebelum dan sesudah pecahnya Perang Dunia Ketiga serta Ghazwatul Hind. Dalam mimpinya, digambarkan bahwa dua benteng utama Islam, yaitu Turki dan Arab Saudi, akan mengalami kehancuran hebat di tangan kekuatan Illuminati atau koalisi tertentu sebelum perang besar di anak benua India meletus . Namun, di tengah gambaran kelam tersebut, terdapat kabar mengenai perlindungan atas kota suci.


Muhammad Qasim menyampaikan bahwa meskipun Pakistan menjadi benteng terakhir dan pusat kebangkitan Islam, Pakistan akan terlibat dalam setiap peperangan di Timur Tengah dengan Bantuan Jet Tempur Hitam Canggih Berjumlah 3000 Unit. Namun, misi paling krusial yang diemban adalah melindungi kesucian Mekkah dan Madinah . Ini mengindikasikan bahwa sebelum Ghazwatul Hind, Madinah berada dalam kondisi terancam, namun akan ada upaya penyelamatan, yang dalam narasi mimpi tersebut dilakukan oleh kekuatan dari Pakistan.


Puncak dari rangkaian peristiwa akhir zaman dalam mimpi Muhammad Qasim adalah keterlibatannya secara langsung di Madinah, terutama saat kedatangan Nabi Isa AS. Dalam beberapa literatur yang membahas mimpinya, digambarkan bahwa setelah serangkaian perang besar, termasuk pembebasan Kashmir dalam Ghazwatul Hind, dunia akan memasuki fase baru .


Narasi dalam mimpi ini selaras dengan keyakinan Islam tentang turunnya Nabi Isa AS di akhir zaman. Nabi Isa AS akan turun di menara putih di Damaskus, kemudian akan membunuh Dajjal dan menegakkan keadilan . Setelah periode tersebut, puncak dari kejayaan Islam adalah ketika Nabi Isa AS akan shalat berjamaah di belakang Imam Mahdi .


Di sinilah letak "mimpi dalam mimpi" Muhammad Qasim yang di maksud. Ia mengisyaratkan bahwa dirinya akan berada di Madinah pada masa-masa itu. Keberadaannya di kota suci tersebut bukan hanya sebagai pengunjung biasa, melainkan sebagai bagian dari skenario besar yang telah digariskan. Ia melihat dirinya berada di Madinah, bahkan saat dunia berada dalam genggaman kepemimpinan Islam yang adil di bawah Nabi Isa AS. Ini menjadi simbol bahwa Madinah akan kembali menjadi pusat spiritual dan pemerintahan dunia, tempat berkumpulnya orang-orang beriman setelah melewati berbagai ujian besar seperti Ghazwatul Hind.


Penting untuk dicatat bahwa Muhammad Qasim berkali-kali menolak klaim bahwa dirinya adalah Imam Mahdi. Ia menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan mimpi sebagai peringatan, bukan untuk diangkat sebagai juru selamat . Ia bahkan telah menghadapi berbagai masalah hukum, termasuk di Malaysia, dan berulang kali membantah klaim-klaim yang mengatasnamakan dirinya sebagai Mahdi .


Para pendukungnya, seperti Ketua Gaza Diki Candra Purnama, menegaskan bahwa selama bertahun-tahun meneliti mimpi-mimpi Qasim, tidak ditemukan pertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis. Mimpi-mimpi tersebut justru dianggap memberikan gambaran lebih detail tentang peristiwa yang telah disebutkan dalam nash . Sebagai contoh, mimpinya tentang sosok yang akan berkata "Aku bukan budakmu" terbukti ketika Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melontarkan pernyataan serupa .


Namun, di sisi lain, narasi ini juga menuai kritik. Beberapa pengamat menilai bahwa penyebaran mimpi-mimpi ini, terutama yang berkaitan dengan Ghazwatul Hind, dapat memicu sentimen radikal dan menyeret umat Islam ke dalam konflik geopolitik yang kompleks .


Mimpi Muhammad Qasim tentang dirinya yang berada di Madinah sebelum dan sesudah Ghazwatul Hind, serta kehadirannya di masa Nabi Isa AS, adalah bagian dari narasi eskatologis yang kompleks dan detail. Bagi para pengikutnya, mimpi ini adalah kabar gembira bahwa Madinah akan selamat dari kehancuran dan menjadi saksi bisu kejayaan Islam di akhir zaman bersama Nabi Isa AS. Lebih dari sekadar prediksi perang, mimpi ini ingin menegaskan bahwa setelah badai Ghazwatul Hind, akan ada kedamaian yang berpuncak di kota suci Madinah.


Terlepas dari pro dan kontra, fenomena mimpi Muhammad Qasim telah berhasil membangkitkan diskusi global tentang tanda-tanda akhir zaman, mengingatkan umat Islam untuk kembali kepada tauhid yang murni, serta mempersiapkan diri secara spiritual menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian . Wallahu a‘lam bish-shawab.

TerPopuler