![]() |
| Foto:Terjadi penikaman di Area SPBU Kelurahan Jalanjang |
VISTORBELITUNG.COM,BULUKUMBA, – Sebuah insiden berdarah terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Seorang remaja berusia 19 tahun, Nabil, tewas setelah menjadi korban penikaman oleh sekelompok orang. Peristiwa nahas yang terjadi pada Selasa (17/2) itu pun terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi kejadian.
Meski aksi kekerasan sedang berlangsung, suasana di sekitar tempat kejadian tampak berlangsung kontras. Berdasarkan rekaman, terlihat petugas SPBU dan pengendara lain yang berada di lokasi tetap melanjutkan aktivitas mereka, seolah tidak menyadari atau enggan terlibat dalam insiden tersebut.
Korban, Nabil, dilaporkan menderita enam luka tusuk di tubuhnya yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk menjalani visum.
Merespons cepat kejadian tersebut, pihak Kepolisian Resor Bulukumba bergerak dan berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku penganiayaan. Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda di wilayah Bulukumba pada keesokan harinya, Rabu (18/2).
Ketiga tersangka yang kini telah diamankan adalah Sandi (26), Yusran alias Panter, dan Hajaratul Aswad alias Torre. Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, membenarkan penangkapan tersebut dan mengungkapkan motif sementara di balik aksi brutal itu.
"Terduga pelaku mengakui bahwa dirinya melakukan penganiayaan dengan cara menikam ke arah tubuh korban secara berkali-kali," ujar AKBP Restu Wijayanto kepada awak media.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pemicu penganiayaan berawal dari laporan salah satu pelaku. "Terduga pelaku mengakui bahwa awal mula terjadinya penganiayaan karena Yusran mengadu kepada terduga pelaku bahwa dirinya ditendang oleh korban," tambahnya.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bulukumba guna pengembangan lebih lanjut.
