![]() |
| Foto:Terduga pelaku yang membunuh kedua orang tuanya sendiri |
VISTORBELITUNG.COM,Warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diguncang duka dan amarah. Pasangan suami istri, Kaseno dan Sarilah, ditemukan tewas di dalam kamar rumah mereka pada Senin (22/9/2025). Yang membuat hati masyarakat panas dan pilu: pelaku utama diduga adalah anak kandung mereka sendiri, yang disebut-sebut mengalami perubahan perilaku ekstrem dan menganggur dalam waktu lama.
Menurut keterangan awal, anak tersebut mengalami gangguan persepsi yang tidak masuk akal. Ia mengaku melihat ular di dekat orang tuanya. Dalam keadaan tidak sadar atau mungkin dipicu halusinasi, ia lalu mengambil benda tumpul dan memukul ke arah yang dikiranya ular itu. Namun, yang menjadi korban pukulan maut justru orang tuanya sendiri Kaseno dan Sarilah hingga keduanya meregang nyawa.
Fakta ini mengundang amarah dan kepedihan yang mendalam di kalangan warga. Bagaimana mungkin seorang anak bisa sampai membunuh orang yang melahirkannya, membesarkannya, dan memberinya hidup? Apalagi, latar belakang si anak yang disebut tidak bekerja dan menunjukkan perubahan sikap drastis belakangan ini, semakin menambah pertanyaan: ada apa sebenarnya di balik tragedi ini?
Masyarakat menuntut kejelasan. Apakah ini murni gangguan jiwa, atau ada faktor lain yang memicu kekerasan sedahsyat ini? Bagaimana kondisi pengasuhan dan lingkungan keluarga sebelumnya? Yang jelas, dua nyawa telah melayang akibat kekerasan yang tidak bisa diterima akal sehat.
Tragedi di Desa Pomahan ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak: pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, pengawasan terhadap perubahan perilaku anggota keluarga, serta dukungan bagi mereka yang kesulitan secara ekonomi maupun psikologis. Namun di atas segalanya, keadilan harus ditegakkan. Pelaku, siapapun dan dengan alasan apapun, harus mempertanggungjawabkan perbuatan keji yang merenggut nyawa orang tuanya sendiri.
Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi keluarga besar Korban. Semoga Kaseno dan Sarilah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan kepada aparat penegak hukum: usut tuntas, jangan ada yang ditutupi. Masyarakat menunggu keadilan.
