![]() |
| Foto:Terduga Pelaku di dalam Bus |
VISTORBELITUNG.COM,Sebuah insiden pelecehan seksual kembali terjadi di angkutan umum, kali ini dalam bus Transjakarta. Seorang wanita menjadi korban pelecehan fisik oleh pria yang duduk di sebelahnya, yang memanfaatkan keadaan korban yang tertidur.
Kejadian ini terjadi di dalam bus Transjakarta yang sedang melintas. Korban, seorang penumpang wanita, kelelahan dan tertidur di kursinya. Saat itulah, pria yang duduk di sebelahnya diduga mulai melakukan aksi pelecehan dengan cara memegang paha korban secara tidak senonoh.
Beruntung, korban memiliki kewaspadaan tinggi. Meski awalnya terlelap, ia menyadari adanya sentuhan aneh dan memilih untuk berpura-pura tidur sambil mengambil tindakan cerdas: merekam seluruh kejadian secara diam-diam menggunakan ponselnya. Rekaman ini kemudian menjadi bukti kuat yang mengabadikan momen pelanggaran tersebut.
Setelah mendapatkan rekaman yang jelas, korban diperkirakan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan petugas Transjakarta. Tindakan cepat dan cerdas korban ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, karena seringkali pelecehan di tempat umum sulit dibuktikan.
Insiden ini juga menimbulkan keprihatinan dan kemarahan publik, yang kembali diingatkan tentang ancaman pelecehan seksual di ruang publik, termasuk angkutan massal yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua penumpang.
Imbauan bagi Penumpang dan Langkah Pencegahan
Kejadian ini menyoroti beberapa hal penting:
1. Kewaspadaan Tinggi: Meski kelelahan, penting untuk tetap waspada di ruang publik. Usahakan duduk dekat wanita lain atau di area yang ramai.
2. Strategi Membuktikan: Seperti yang dilakukan korban, mengumpulkan bukti (rekaman audio/video diam-diam, foto pelaku, atau mengingat ciri-ciri) sangat vital untuk proses hukum. Keselamatan diri tetap prioritas saat mengumpulkan bukti.
3. Bersuara dan Melapor: Jangan ragu untuk berteriak meminta tolong atau menegur pelaku keras-keras untuk menarik perhatian penumpang lain. Segera laporkan ke petugas bus/driver dan polisi (dapat menghubungi 110 atau layanan emergency Transjakarta).
4. Peran Saksi: Bagi penumpang lain, jangan menjadi penonton pasif. Jika melihat kejadian mencurigakan, tawarkan bantuan, alihkan percakapan kepada korban, atau laporkan bersama-sama.
Di sisi lain, insiden ini menjadi pengingat bagi penyedia jasa transportasi seperti Transjakarta untuk terus meningkatkan pengawasan, baik melalui kamera CCTV, patroli petugas keamanan, maupun kampanye zero-tolerance terhadap pelecehan seksual. Sosialisasi mekanisme pelaporan yang mudah, aman, dan responsif juga sangat dibutuhkan.
Pelecehan seksual di angkutan umum adalah kejahatan serius yang meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Solidaritas sosial, kewaspadaan kolektif, serta sistem pelaporan dan penindakan yang tegas adalah kunci untuk menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua, khususnya bagi perempuan.
