"Ibunya Rekam, Anaknya Menjerit: Video Kekerasan terhadap Anak Viral, Warganet Berang!" -->

"Ibunya Rekam, Anaknya Menjerit: Video Kekerasan terhadap Anak Viral, Warganet Berang!"

Jan 16, 2026, January 16, 2026

 

Foto:Vidio Viral

VISTORBELITUNG.COM,Sebuah video singkat yang direkam oleh seorang ibu menyebar luas di media sosial, memicu gelombang kemarahan dan kecaman dari ribuan warganet. Dalam video yang diunggah pada 16 Januari 2026 dari Kalimantan Barat itu, terlihat seorang anak menjadi korban luka-luka setelah tersiram air panas.


Yang membuat hati publik semakin panas, bukan hanya kejadiannya, melainkan fakta bahwa sang ibu justru memilih untuk merekam menderita anaknya alih-alih segera menolong. Tangisan dan jerit kesakitan anak itu seolah menjadi "konten" yang diabadikan, bukan momen yang harus diantisipasi dengan penuh kepedulian.


Media sosial pun langsung menyala dengan komentar-komentar pedas. Banyak warganet yang menyatakan kegeraman mereka terhadap sikap ibu yang dinilai tidak empatik dan cenderung lalai. Beberapa komponen masyarakat bahkan mendesak agar pihak berwajib turun tangan, tidak hanya untuk melindungi anak tersebut, tetapi juga mempertanyakan tanggung jawab orang tua yang seharusnya menjadi pelindung utama.


"Daripada merekam, tolong anaknya dulu! Apa hati sudah membatu?" tulis salah seorang netizen dengan nada kesal. Komentar lainnya menambahkan, "Ini bukan lagi soal kecelakaan, tapi soal kepedulian yang hilang. Bagaimana bisa seorang ibu lebih memilih dokumentasi daripada pertolongan pertama?"


Kejadian ini kembali memantik pertanyaan besar tentang kesadaran orang tua dalam mengasuh anak dan batasan dalam membagikan momen-momen di media sosial. Apakah demi eksistensi di dunia digital, rasa kemanusiaan dan tanggung jawab sebagai orang tua bisa terabaikan?


Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun otoritas setempat. Namun, satu hal yang pasti: video ini bukan hanya meninggalkan luka di tubuh sang anak, tetapi juga luka di hati masyarakat yang menginginkan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.


Kami mendorong agar kasus ini tidak hanya berhenti di ruang digital, tetapi ditindaklanjuti secara hukum dan sosial untuk mencegah terulangnya kekerasan ataupun kelalaian serupa terhadap anak-anak di masa depan.


#StopKekerasanPadaAnak #LindungiAnakIndonesia #TanggungJawabOrangTua

TerPopuler