Remaja SMP Meninggal di Perkebunan, Diduga Dibunuh Pacar Sendiri Usai Minta Biaya Aborsi Rp 45 Ribu -->

Remaja SMP Meninggal di Perkebunan, Diduga Dibunuh Pacar Sendiri Usai Minta Biaya Aborsi Rp 45 Ribu

Jan 1, 2026, January 01, 2026

 

Foto:korban ditemukan di sebuah perkebunan


VISTORBELITUNG.COM,Sebuah kabar duka kembali mengguncang dunia pendidikan dan masyarakat. Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditemukan meninggal di sebuah perkebunan karet milik PT Bridgestone di Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tepian Dolok, Kabupaten Simalungun. Yang lebih tragis, pelaku diduga adalah pacar korban sendiri.


Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa naas ini terjadi setelah korban yang masih berstatus pelajar SMP itu meminta sejumlah uang kepada pacarnya, yang berinisial AH (15), untuk biaya aborsi. Jumlah uang yang diminta tidaklah besar, yakni hanya Rp 45.000.


Alih-alih membantu, sang pacar justru diduga melakukan tindakan mengerikan. Terjadi perselisihan yang berujung pada pembunuhan. AH, yang masih berusia remaja sama seperti korban, kini menjadi tersangka utama dalam kasus ini.


Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan kronologi pasti kejadian. Namun, awal cerita diduga kuat bermula dari permintaan bantuan korban untuk mengatasi kehamilan yang tidak diinginkan, yang justru berakhir dengan hilangnya nyawa.


Kasus ini menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan mengejutkan masyarakat luas. Usia pelaku dan korban yang masih sangat belia menjadi perhatian khusus, mengingat kompleksitas masalah yang mereka hadapi jauh di luar kapasitas emosional dan psikologis anak seusia mereka.


Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi semua pihak, terutama orang tua dan institusi pendidikan, tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, serta pengawasan terhadap pergaulan remaja. Remaja perlu diberikan pemahaman tentang hubungan yang sehat, tanggung jawab, dan cara menyikapi masalah tanpa kekerasan.


Diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain penegakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi dan dukungan psikologis bagi remaja harus lebih ditingkatkan.


Semoga kasus ini dapat diungkap tuntas dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Keluarga korban diharapkan diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini.


Nama dan identitas korban sengaja tidak dicantumkan untuk menghormati keluarga dan proses hukum yang sedang berlangsung.

TerPopuler