Candi Layang: Mengungkap Misteri Tempat Situs Purbakala apa ini di Jawa Tengah -->

Candi Layang: Mengungkap Misteri Tempat Situs Purbakala apa ini di Jawa Tengah

Feb 5, 2026, February 05, 2026

 

Foto: Candi Layang



VISTORBELITUNG.COM,Di tengah perbukitan hijau daerah Blora, Jawa Tengah, tersembunyi sebuah situs purbakala yang menyimpan sejarah dan misteri: Candi Layang. Tidak sepopuler Candi Borobudur atau Prambanan, Candi Layang justru menawarkan kisah unik tentang peradaban masa lalu di tanah Jawa. Situs ini sering memicu pertanyaan: Dulu tempat apa sebenarnya Candi Layang?


Candi Layang terletak di Desa Tempuran, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Berdasarkan gaya arsitektur dan struktur bangunannya, para arkeolog memperkirakan candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno (Hindu-Buddha) sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Candi ini merupakan candi Hindu, terlihat dari beberapa unsur peninggalan seperti yoni dan arca.


Fungsi dan Peran Candi Layang pada Masa Lalu


Berdasarkan penelitian arkeologi dan struktur yang tersisa, Candi Layang diduga memiliki beberapa fungsi penting:


1. Tempat Ibadah (Pura)


   Sebagai candi Hindu, fungsi utama Candi Layang kemungkinan besar adalah sebagai tempat pemujaan dan peribadatan. Struktur yang tersisa menunjukkan adanya area utama yang mungkin dulunya merupakan tempat arca dewa. Keberadaan yoni mengindikasikan adanya pemujaan terhadap Dewa Siwa.


2. Pusat Aktivitas Spiritual dan Meditasi


   Lokasinya yang berada di perbukitan dan lingkungan yang tenang mendukung teori bahwa Candi Layang juga berfungsi sebagai tempat pertapaan atau meditasi bagi para brahmana dan penganut agama Hindu pada masa itu. Posisinya yang "layang" (seolah melayang) di atas bukit memberikan ketenangan dan kedekatan dengan alam.


3. Penanda Wilayah dan Simbol Kekuasaan


   Pada masa kerajaan, candi sering dibangun sebagai simbol kekuasaan dan penanda wilayah. Candi Layang mungkin menjadi penanda bahwa wilayah Blora dan sekitarnya merupakan bagian dari pengaruh Kerajaan Mataram Kuno.


4. Pusat Aktivitas Komunitas Lokal


   Candi pada masa itu tidak hanya berfungsi secara spiritual, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pendidikan keagamaan bagi masyarakat sekitar.


Meskipun tidak utuh lagi, sisa-sisa struktur Candi Layang menunjukkan ciri khas arsitektur candi Jawa Tengah masa Hindu:


· Bahan utama batu andesit

· Memiliki struktur berundak

· Terdapat sisa-sisa ruangan utama

· Orientasi yang memperhatikan arah mata angin


Misteri yang Belum Terungkap


Salah satu misteri terbesar Candi Layang adalah dewa apa yang dipuja di sini? Beberapa peneliti menduga candi ini dipersembahkan untuk Dewa Siwa, tetapi bukti yang lengkap belum ditemukan. Selain itu, belum ditemukan prasasti yang secara eksplisit menjelaskan sejarah pembangunan candi ini.


Candi Layang saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak bagian yang sudah runtuh dan tertimbun tanah. Proses pelestarian dan penelitian masih terbatas karena berbagai kendala, termasuk anggaran dan lokasinya yang relatif terpencil. Namun, situs ini tetap dilindungi sebagai cagar budaya oleh pemerintah.


Candi Layang dulunya merupakan tempat suci, pusat spiritual, dan simbol peradaban Hindu di wilayah Blora. Lebih dari sekadar peninggalan batu, candi ini adalah saksi bisu sejarah panjang perjalanan budaya dan agama di Jawa Tengah.


Keberadaannya mengingatkan kita bahwa masih banyak situs purbakala di Indonesia yang menyimpan cerita belum terungkap, menanti penelitian dan perhatian lebih agar dapat mengungkap puzzle sejarah Nusantara yang lebih lengkap.


Apa yang Dapat Kita Lakukan?


· Mendukung upaya pelestarian cagar budaya

· Mengunjungi dengan sikap yang bertanggung jawab (tidak merusak)

· Menyebarkan kesadaran akan pentingnya sejarah lokal


Candi Layang mungkin tidak megah seperti candi-candi besar lainnya, tetapi nilainya sebagai warisan budaya tidak kalah penting. Setiap batu yang tersisa adalah halaman dari buku sejarah Indonesia yang patut kita jaga bersama.

TerPopuler