Jeffrey Epstein dan Bitcoin: Kisah Antusiasme, Investasi, dan Penolakan -->

Jeffrey Epstein dan Bitcoin: Kisah Antusiasme, Investasi, dan Penolakan

Feb 4, 2026, February 04, 2026

 

Foto:Jeffrey Epstein


VISTORBELITUNG.COM,Dokumen yang dirilis sebagai bagian dari proses hukum mengungkapkan hubungan yang kompleks dan berubah-ubah antara mendiang Jeffrey Epstein dengan dunia cryptocurrency, khususnya Bitcoin. Dari antusiasme awal hingga investasi besar dan akhirnya skeptisisme, berikut adalah rangkuman interaksi Epstein dengan aset digital berdasarkan email-email yang tersebar.


Pada tahun 2011, Epstein telah menunjukkan ketertarikannya pada Bitcoin. Dalam sebuah email dari Juni 2011 (dokumen EFTA01861749), ia menyebut ide Bitcoin sebagai "brilian", meski juga menyadari adanya "downside" atau kelemahan serius. Ia meminta lawan bicaranya untuk meneleponnya ke kantor New York guna membahas lebih lanjut.


Ketertarikan ini tampaknya berlanjut. Dalam email tahun 2016 (EFTA00815445), Epstein mengutarakan ide radikal tentang menciptakan dua mata uang baru. Salah satunya adalah mata uang digital syariah (Sharia) yang compliant, mirip dengan Bitcoin. Yang menarik, dalam email tersebut Epstein mengklaim, "I've spoken to some of the founders of bitcoin who are very excited." Ini mengindikasikan bahwa Epstein pernah melakukan komunikasi dengan salah satu atau beberapa pendiri Bitcoin mengenai ide tersebut.


Dokumen lain (EFTA00680068) mengungkapkan upaya yang lebih dalam dari lingkaran Epstein untuk memengaruhi ekosistem Bitcoin. Email tersebut menjelaskan struktur pengembangan Bitcoin saat itu, yang terdiri dari lima core developer, dengan Gavin Andresen, Wladimir van der Laan, dan Cory Fields disebutkan secara spesifik.


Dokumen itu menyatakan bahwa ketiga developer tersebut memutuskan untuk bergabung dengan MIT Media Lab setelah Bitcoin Foundation mengalami masalah keuangan. Pergeseran ini disebut sebagai "a big win for us". Fakta bahwa Epstein adalah pendana besar bagi MIT Media Lab lembaga yang berada di bawah MIT menimbulkan pertanyaan tentang tingkat pengaruhnya dalam perpindahan para pengembang inti Bitcoin ini.


Selain ide dan pengaruh, Epstein juga ternyata merupakan investor awal dan besar di Coinbase, salah satu exchange cryptocurrency terbesar di dunia. Dokumen dari 2018 (EFTA00901772) mengungkapkan bahwa Epstein, melalui perantaranya, menjual kepemilikan senilai sekitar $15 juta di Coinbase kepada Blockchain Capital.


Investasi awalnya pada platform tersebut hanya sebesar $3 juta sejak tahun 2014. Artinya, dalam kurun sekitar empat tahun, investasinya mencetak keuntungan sekitar $12 juta atau mengalami apresiasi 400%. Transaksi ini menunjukkan bahwa Epstein bukan hanya seorang pengamat, tetapi juga pemain signifikan dengan kepentingan finansial langsung di industri crypto.


Namun, sikap Epstein terhadap Bitcoin tampaknya tidak konsisten. Jika pada 2011 ia menyebutnya "brilian" dan pada 2016 masih mendiskusikan pengembangan mata uang digital serupa, pandangannya berubah drastis pada 2017.


Dalam percakapan singkat via email pada Agustus 2017 (dokumen EFTA00670404), ketika ditanya "Is it worth it buying a bitcoin?", Epstein hanya membalas dengan satu kata: "No". Jawaban singkat ini menunjukkan skeptisisme atau penilaian negatif terhadap Bitcoin sebagai instrumen investasi pada saat itu, meski portofolio investasi cryptonya di Coinbase sedang berada di puncak keuntungan.


Narasi yang terungkap dari serangkaian dokumen ini menggambarkan Jeffrey Epstein sebagai figur yang:


1. Penasaran dan visioner sejak awal mengenai potensi teknologi Bitcoin.

2. Memiliki akses dan jaringan yang mendalam hingga ke pendiri dan pengembang inti Bitcoin.

3. Aktif berinvestasi secara signifikan di perusahaan crypto terkemuka seperti Coinbase.

4. Bersikap ambigu dan berubah-ubah, dari antusiasme tinggi hingga rekomendasi untuk tidak membeli Bitcoin.


Hubungannya dengan dunia crypto mencerminkan pola operasinya yang khas: kombinasi antara ide-ide besar, jaringan elit, transaksi finansial yang menguntungkan, dan ketidakjelasan motif yang sebenarnya. Kisah ini menambah lapisan baru pada pemahaman tentang bagaimana individu dengan sumber daya dan pengaruh seperti Epstein mencoba berinteraksi dengan dan mungkin memanfaatkan revolusi teknologi finansial seperti cryptocurrency.

TerPopuler