KKB Berulah Tembak Tukang Kayu di Yahukimo, Keamanan Diperketat -->

KKB Berulah Tembak Tukang Kayu di Yahukimo, Keamanan Diperketat

Feb 5, 2026, February 05, 2026

 

Foto:kelompok KKB Tembak Tukang Kayu


VISTORBELITUNG.COM,Yahukimo – Aparat gabungan TNI dan Polri meningkatkan intensitas pengamanan di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menyusul pernyataan adanya aksi penyerangan yang melibatkan kelompok bersenjata.


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengkonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan belasan pelaku yang dilengkapi dengan senjata api dan senjata tajam. Sebagai respons, pengamanan di wilayah tersebut ditingkatkan secara signifikan.


"Patroli rutin dan penjagaan ketat kami lakukan di sejumlah titik rawan, khususnya di wilayah Kota Dekai, guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif," tegas Yusuf dalam keterangannya, Jumat. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kekerasan dan melindungi warga masyarakat.


Di sisi lain, Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, mengklaim bahwa pelaku penyerangan merupakan pasukan dari Komando Daerah Pertempuran (Kodap) XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Kopitua Heluka. Sambom juga menyampaikan ancaman dari kelompok tersebut.


"Mereka mengancam akan menembak semua pekerja, baik guru, tenaga kesehatan (nakes), pekerja bangunan, maupun penambang yang masuk ke Yahukimo," ucap Sambom. Ancaman ini berpotensi mengganggu aktivitas pembangunan dan layanan publik di daerah tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, korban jiwa saat ini merupakan tukang kayu yang ditembak KKB dan kena sabetan parang di bagian kepala dan kaki saat bersembunyi di ruang guru, meningal dunia dan kerusakan materiil akibat insiden tersebut. Aparat keamanan terus melakukan pemantauan dan berupaya mendorong komunikasi untuk menjaga stabilitas di Yahukimo.


Peningkatan tensi keamanan ini menjadi perhatian serius mengingat Yahukimo merupakan salah satu daerah yang kerap menjadi sorotan akibat konflik bersenjata antara kelompok pro-kemerdekaan dengan aparat negara. Masyarakat setempat diharapkan tetap waspada dan tidak terpancing isu-isu yang dapat memicu keresahan.

TerPopuler