![]() |
| Foto:ultraman wanita Pertama yang secara Look Menarik dan sesuai |
VISTORBELITUNG.COM,Langit malam Tokyo tiba-tiba terbelah. Cahaya keemasan menyelimuti gedung pencakar langit, dan di tengah pusaran energi kosmik itu, sesosok siluet mulai turun perlahan. Bukan Ultraman biasa yang selama ini kita kenal dengan postur maskulin dan gagah melainkan sosok feminin dengan pancaran aura keemasan yang memesona. Rambut panjangnya berkibar tertiup angin dimensi, matanya bersinar seperti bintang polar, dan di dadanya berdenyut Color Timer berbentuk berlian yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Sapaan hangat namun berwibawa menggema di setiap sudut kota: "Aku Queen Calestia, penjaga keseimbangan alam semesta. Jangan takut, warga Bumi. Kedamaian telah tiba."
Siapa sebenarnya Ultraman wanita pertama yang disebut-sebut sebagai Ultraman tercantik sepanjang masa ini? Mari kita bongkar misterinya!
Queen Calestia bukanlah Ultraman biasa yang lahir dari Nebula M78 seperti Ultraman Taro atau Ultraman Zero. Ia berasal dari Nebula Andromeda Ke-7, sebuah kluster bintang yang konon hanya dihuni oleh bangsa Ultraman dengan garis keturunan bangsawan kosmik.
Dalam legenda kaum Ultra, Nebula Andromeda Ke-7 dikenal sebagai "Istana Cahaya Abadi." Di sinilah Queen Calestia dilahirkan sebagai putri dari King Adrastos, penguasa galaksi Andromeda. Berbeda dengan Ultraman pada umumnya yang mendapatkan kekuatan dari Matahari atau Bumi, Queen Calestia menyerap energinya langsung dari Lubang Hitam Putih—fenomena kosmik langka yang memancarkan energi positif murni.
Konon, saat ia lahir, seluruh konstelasi bintang di galaksi Andromeda bersinar tiga kali lebih terang. Tanda bahwa seorang ratu sejati telah hadir di tengah semesta.
Jangan tertipu oleh parasnya yang menawan. Queen Calestia menyimpan kekuatan yang mampu membuat monster terkuat sekalipun gemetar. Berikut beberapa kemampuan pamungkasnya:
1. Starlight Phoenix Slash
Dengan menggerakkan tangannya seperti menari, Queen Calestia mampu menciptakan pedang plasma berbentuk burung phoenix. Satu tebasan mampu membelah asteroid sebesar gunung Fuji menjadi dua. Yang membuatnya unik: tebasan ini tidak hanya melukai secara fisik, tapi juga "menyucikan" energi gelap yang merasuki monster.
2. Dimension Mirror Shield
Kemampuan pertahanan terbaiknya. Queen Calestia menciptakan perisai dari kristal cahaya yang mampu memantulkan serangan musuh sekaligus memperlihatkan "cermin masa lalu" monster tersebut. Seringkali, setelah melihat traumanya sendiri, monster-monster itu menyerah dan kembali berubah wujud menjadi makhluk damai.
3. Galactic Healing Wave
Inilah yang membedakannya dengan Ultraman lain. Queen Calestia bisa menyembuhkan tidak hanya manusia, tapi juga planet yang sekarat. Ia pernah menyelamatkan Mars koloni dengan mengaktifkan kembali inti planet menggunakan energi cintanya. Ya, kekuatan cinta dalam wujud paling literal!
4. Queen's Aurora Final
Jurus pamungkas yang hanya digunakan dalam keadaan darurat. Queen Calestia mengaktifkan seluruh energi Color Timer-nya, berubah menjadi pusaran cahaya aurora yang menyelimuti seluruh area pertempuran. Dalam jurus ini, waktu seakan berhenti dan semua energi negatif dinetralkan.
Bukan tanpa alasan para penggemar menyematkan gelar "Ultraman tercantik" padanya. Desain karakternya memang diciptakan dengan detail luar biasa:
· Zetton-inspired Armor: Armor peraknya terinspirasi dari musuh klasik Ultraman, namun didesain ulang dengan lekukan feminin yang elegan
· Crystal Color Timer: Berbeda dengan Ultraman lain yang bulat, Color Timer-nya berbentuk berlian potongan princess cut
· Rambut Kosmik: Rambut panjangnya sebenarnya adalah serat energi yang bisa berubah fungsi dari antena komunikasi antar-galaksi hingga cambuk plasma saat bertarung
· Mata Bintang Kembar: Matanya dikatakan mengandung galaksi mini, dan saat ia berkedip, bintang-bintang di langit malam ikut berkelip
Kedatangan Queen Calestia ke Bumi bukan tanpa sebab. Ia muncul saat monster terkuat sepanjang sejarah, Grand King Ghazt, mengancam akan menghancurkan Bumi dengan kekuatan dimensi gelap. Ultraman Zero dan Tiga sudah kewalahan menghadapinya.
Saat semua Ultra hero jatuh, dari celah dimensi muncullah Queen Calestia. Pertarungan di langit Tokyo itu berlangsung selama 3 menit (durasi standar Ultraman) namun terasa seperti 3 abad bagi saksi mata.
Adegan paling ikonik: Saat Grand King Ghazt mengeluarkan sinar kehancuran terbesarnya, Queen Calestia tidak menghindar. Ia membuka tangannya lebar-lebar, tersenyum tenang, dan menyerap seluruh energi gelap itu ke dalam tubuhnya. Warga Tokyo yang menyaksikan dari bawah menangis haru, mengira sang ratu akan gugur.
Namun tiba-tiba, dari tubuh Queen Calestia memancar cahaya pelangi. Energi gelap yang diserapnya telah dimurnikan dan dipancarkan kembali sebagai gelombang kedamaian yang menyelimuti seluruh Jepang. Grand King Ghazt tersenyum damai, lalu hancur menjadi jutaan kelopak bunga sakura yang bertebaran di langit.
Queen Calestia mengajarkan kita bahwa kecantikan sejati bukanlah tentang rupa semata, melainkan tentang kekuatan untuk memaafkan, kemampuan untuk menyembuhkan, dan keberanian untuk melindungi mereka yang lemah. Ia adalah simbol bahwa seorang wanita bisa menjadi kuat tanpa kehilangan kelembutannya, bisa menjadi pemimpin tanpa kehilangan empatinya.
Di tengah hiruk pikuk pertempuran melawan kejahatan, kehadirannya adalah pengingat bahwa alam semesta ini tidak hanya butuh pahlawan yang kuat, tapi juga pahlawan yang penyayang.
Dan mungkin, di suatu malam saat langit cerah dan bintang-bintang bersinar terang, jika kita memandang ke atas dengan hati yang murni, kita akan melihat sekilas cahaya keemasan miliknya Ratu Calestia, sedang berpatroli menjaga perdamaian antar-galaksi.
"Kecantikan sejati adalah ketika kau bisa menjadi cahaya bagi mereka yang hidup dalam kegelapan."
— Queen Calestia
---
Apakah kalian ingin melihat Ultraman Queen Calestia bertarung bersama Ultraman favoritmu? Bagikan pendapatmu di kolom komentar! 💬⬇️
