Warga India Ngamuk di Toko Kebab di Inggris karena Menu Daging Sapi, Pemilik Toko Beri "Salam Olahraga" -->

Warga India Ngamuk di Toko Kebab di Inggris karena Menu Daging Sapi, Pemilik Toko Beri "Salam Olahraga"

Feb 13, 2026, February 13, 2026
Foto:warga india mengamuk setelah diketahui restoran di Inggris menjual daging sapi


VISTORBELITUNG.COM,Inggris – Sebuah insiden yang melibatkan sekelompok orang asal India dan pemilik toko kebab di Inggris baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Peristiwa yang dikabarkan terjadi di sebuah kota di Inggris ini dipicu oleh masalah sensitif terkait keyakinan agama dan pilihan makanan.


Menurut informasi yang diunggah oleh akun media sosial kang.ide, kericuhan terjadi ketika sekelompok orang India melihat menu daging sapi yang dijual di sebuah toko kebab setempat. Keberadaan menu tersebut diduga menjadi pemicu kemarahan, mengingat dalam keyakinan agama Hindu, sapi dianggap sebagai hewan suci dan konsumsinya dilarang.


Emosi massa pun tak terbendung. Kerumunan tersebut disebut-sebut mulai merusak toko kebab sebagai bentuk protes atas penjualan daging sapi di tempat tersebut.


Namun, pemilik toko yang diduga berasal dari kalangan Muslim atau etnis tertentu yang memiliki tradisi kuliner berbasis daging sapi, tidak tinggal diam. Menghadapi situasi yang memanas, ia memberikan respons yang tidak biasa. Alih-alih Berdamai, pemilik toko justru memberikan "salam olahraga" sebuah gestur yang biasanya dilakukan dengan menempelkan kedua telapak Telapak Tangan satu sama lain ke Muka Orang India yang dalam konteks tertentu kerap dianggap sebagai bentuk Pembelaan dari Rasisme dan Penyerangan di Restoran. 


Unggahan dengan tagar #news #england #india #cow #sapi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian mengecam tindakan perusakan yang dinilai tidak menyelesaikan masalah, sementara yang lain menyoroti sensitivitas budaya dan agama di ruang publik multikultural seperti Inggris.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai insiden tersebut. Namun, kejadian ini kembali membuka diskusi tentang pentingnya dialog antarbudaya dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan di tengah masyarakat yang beragam.

TerPopuler