Mimpi Muhammad Qasim: Teknologi akan Berkembang Pesat Hingga Kemunculan Dajjal, dan Senjata Umat Islam akan Dilenyapkan -->

Mimpi Muhammad Qasim: Teknologi akan Berkembang Pesat Hingga Kemunculan Dajjal, dan Senjata Umat Islam akan Dilenyapkan

Dec 29, 2025, December 29, 2025
Foto:Muhammad Qasim


VISTORBELITUNG.COM,Dalam tradisi Islam, mimpi seringkali dipandang sebagai salah satu sumber ilham atau isyarat tentang hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Baru-baru ini, seorang pemuda bernama Muhammad Qasim mengaku mengalami mimpi yang sangat jelas dan mengguncang, terkait dengan perkembangan teknologi, kemunculan Dajjal, dan nasib senjata umat Islam di akhir zaman. Mimpi ini viral dan memicu perbincangan hangat di kalangan muslim, terutama yang mendalami tema-tema eskatologi.


Dalam mimpinya, Muhammad Qasim menyaksikan bagaimana teknologi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Manusia menciptakan berbagai penemuan canggih: kendaraan super cepat, senjata pintar yang bisa dikendalikan dari jarak jauh, sistem komunikasi global tanpa celah, robot yang hampir mirip manusia, dan bahkan eksplorasi luar angkasa yang masif. Dunia terlihat sangat modern, serba digital, dan penuh dengan kemudahan.


Namun, di balik kemajuan itu, Qasim merasakan kegelisahan. Teknologi, meskipun memudahkan, juga membuat manusia semakin sombong, lalai dari Tuhan, dan terpecah-belah. Nilai-nilai kemanusiaan perlahan tergerus. Kemudian, dalam mimpi tersebut, suasana tiba-tiba berubah. Dunia dilanda kekacauan besar. Gempa, peperangan, dan bencana terjadi di mana-mana. Dari celah kekacauan itulah, sosok yang ia yakini sebagai Dajjal muncul.


Dajjal dalam mimpinya tidak digambarkan secara fisik grotesk seperti sebagian narasi, tetapi lebih pada simbol kekuatan yang sangat besar, cerdik, dan mampu menipu hampir seluruh manusia. Ia membawa "mukjizat" palsu yang jauh melampaui teknologi manusia menghidupkan orang mati, mengendalikan cuaca, dan memberikan kekayaan melimpah kepada pengikutnya. Teknologi canggih yang dibanggakan manusia tiba-tiba menjadi tak berdaya di hadapannya.


Bagian paling mendalam dari mimpi Qasim adalah saat umat Islam, yang masih berpegang teguh pada iman, bersiap untuk melawan Dajjal. Mereka telah mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik. Mereka memiliki senjata-senjata canggih hasil dari perkembangan teknologi sebelumnya. Senjata-senjata itu menjadi harapan mereka dalam menghadapi pasukan Dajjal yang besar.


Namun, tepat saat pertempuran siap berkecamuk, terjadi hal yang mengejutkan. Dajjal, dengan kekuatannya, berhasil melenyapkan atau melumpuhkan semua senjata canggih umat Islam itu. Senjata-senjata itu mati, tidak berfungsi, seolah-olah sistemnya di-hack atau energinya disedot secara gaib. Pasukan Muslim pun terlihat dengan senjata konvensional, bahkan hanya dengan iman di hati, menghadapi musuh yang memiliki kekuatan luar biasa.


Mimpi itu berakhir dengan kesadaran bahwa di akhir pertarungan, kemenangan umat Islam tidak datang dari teknologi, tetapi dari pertolongan langsung Allah ﷻ melalui turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam, yang akan mengalahkan Dajjal dengan izin-Nya.


Tafsir dan Refleksi: Antara Teknologi, Iman, dan Ketergantungan Hati


Mimpi Muhammad Qasim ini, walau bersifat personal dan bukan bagian dari nubuwah, memberikan beberapa refleksi yang sejalan dengan ajaran Islam tentang akhir zaman:


1. Peringatan atas Ketergantungan pada Teknologi: Mimpi ini mengingatkan bahwa sehebat apa pun teknologi buatan manusia, ia memiliki limitasi dan rentan disabotase. Bergantung sepenuhnya pada teknologi, apalagi sampai melupakan Sang Pencipta teknologi, adalah sebuah kelemahan.


2. Ujian Keimanan di Zaman Canggih: Dajjal akan datang dengan "teknologi" dan tipu daya yang sangat tinggi. Satu-satanya tameng adalah iman yang kokoh, ilmu agama yang mendalam, dan hafalan akan ayat-ayat Allah (terutama Surat Al-Kahfi).


3. Esensi Kekuatan Sejati: Saat senjata dilenyapkan, yang tersisa adalah kekuatan iman, ketakwaan, dan doa. Ini mengajarkan bahwa persiapan menghadapi fitnah terbesar itu adalah memperbaiki hati dan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mengandalkan persenjataan fisik.


4. Konfirmasi Narasi Akhir Zaman: Mimpi ini secara implisit menguatkan sabda Rasulullah ﷺ bahwa Dajjal akan memiliki

 kemampuan luar biasa (seperti menurunkan hujan, menghidupkan bumi, dan memerintahkan langit). Kekuatan umat Islam di akhir zaman nanti bukan terletak pada kehebatan material, tetapi pada kemurnian tauhid.


Mimpi Muhammad Qasim mengajak kita untuk berefleksi. Di satu sisi, Islam tidak anti-teknologi; kemajuan adalah keniscayaan. Namun, di sisi lain, kita harus selalu menyadari bahwa teknologi hanyalah alat. Alat bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan, dan alat bisa saja diambil atau dilumpuhkan oleh kekuatan yang lebih besar.


Persiapan terbaik menyambut era penuh fitnah adalah membentengi diri dengan iman, memperdalam ilmu agama, hidup sederhana, dan tidak terpesona oleh gemerlap dunia yang sementara. Sebagaimana pesan dalam mimpi itu: saat segalanya dilenyapkan, yang tetap berdiri hanyalah keimanan yang teguh di dalam hati. Wallahu a’lam bisshawab.

TerPopuler