![]() |
| Foto:Pedagang Bakso Terpental diduga yang menabrak pengaruh minuman beralkohol |
VISTORBELITUNG.COM,Siang itu seharusnya menjadi waktu biasa bagi seorang pedagang bakso keliling di tepi jalan. Gerobaknya yang sederhana, dengan aroma kuah kaldu yang menggugah selera, adalah sumber penghidupan bagi dia dan keluarganya. Namun, dalam sekejap, rutinitas itu berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah mobil yang melaju tak wajar diduga kuat karena pengemudinya dalam keadaan mabuk menghampiri dan menabrak gerobak bakso tersebut dengan keras.
Dampaknya sungguh memilukan. Gerobak ringsek, sebagian peralatan rusak, dan yang paling menyayat hati: puluhan butir bakso serta mangkok-mangkok berhamburan di aspal. Kuah yang semula menggoda kini tumpah bercampur debu dan kotoran jalanan. Dagangan yang menjadi tumpuan hidup itu musnah seketika. Pedagang bakso itu sendiri selamat secara fisik, tetapi jelas mengalami trauma dan kerugian materi yang sangat besar. Ia hanya bisa terduduk lesu, menyaksikan jerih payahnya musnah oleh kelalaian orang lain.
Insiden yang terjadi di siang hari terang ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Aksi "mabuk di siang bolong" yang dilakukan pengemudi mobil itu menuai gelombang keprihatinan dan kemarahan warganet di media sosial (medsos). Video dan foto kejadian tersebut viral, diiringi narasi-narasi yang menyoroti dua sisi kepiluan dan lokasu kejadian belum diketahui secara pasti dimana?
Pertama, kepiluan atas nasib pedagang kecil. Banyak komentar yang menyatakan empati mendalam. "Itu bukan cuma bakso yang berhamburan, tapi rezeki dan harapan seorang bapak," tulis seorang netizen. Yang lain menghitung kerugian: gerobak, bahan bakso, perlengkapan, dan hilangnya pendapatan hari itu nilainya bisa sangat berarti bagi kehidupan keluarga sederhana. Insiden ini menjadi pengingat betapa rapuhnya mata pencaharian para pedagang kaki lima di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan kelalaian pengendara.
Kedua, keprihatinan atas mentalitas pengemudi. Fakta bahwa ini terjadi di siang hari menambah rasa geram. "Sudah mabuk, masih nekat menyetir di jam segini, tidak ada rasa takut sama sekali?" tanya netizen lainnya. Aksi ini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian dan egois yang tinggi, mengorbankan keselamatan dan hak orang lain demi kesenangan pribadi. Banyak yang menuntut hukum yang tegas bagi pengemudi, tidak hanya sekadar sanksi tilang, tetapi juga pertanggungjawaban atas kerugian yang didera pedagang.
Insiden ini adalah alarm keras bagi kita semua. Ia menyoroti betapa bahayanya kombinasi mabuk dan menyetir, tak peduli pagi, siang, atau malam. Ia juga mengingatkan akan pentingnya ruang publik yang aman bagi semua, termasuk para pedagang yang mencari nafkah di pinggir jalan.
Mari jadikan keprihatinan di medsos ini bukan sekadar komen yang lalu. Tindakan nyata sangat dibutuhkan: dukunglah korban jika ada tautan penggalian dana yang terpercaya, desaklah penegak hukum untuk bertindak tegas dan adil, serta yang terpenting, jaga diri kita sendiri untuk tidak pernah menyetir dalam keadaan tidak fit, apalagi mabuk. Keselamatan dan nyawa orang lain, termasuk pedagang bakso di pinggir jalan, ada di tangan kita saat memegang kemudi.
Mari berkendara dengan bijak. Satu keputusan ceroboh, bisa menghancurkan banyak mimpi.
