![]() |
| Foto:Petugas Temukan Black box Pesawat ATR 42-500 |
VISTORBELITUNG.COM,Dalam perkembangan terakhir tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan, tim pencari dan penyelamat (SAR) berhasil menemukan kotak hitam (flight recorder) pesawat yang menjadi kunci utama penyelidikan. Namun, dalam sebuah insiden yang memicu kekecewaan dan tanda tanya, petugas di lapangan dilaporkan tidak dapat membuka unit pelindung (container) kotak hitam tersebut karena lupa membawa kunci-kunci khusus yang diperlukan untuk membukanya.
Kotak hitam, yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), ditemukan dalam kondisi yang secara fisik tampak utuh, memberikan harapan besar untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan. Unit ini dirancang dengan pelindung yang sangat kuat dan biasanya memerlukan alat atau kunci khusus untuk dibuka, guna melindungi data vital di dalamnya dari kerusakan.
"Kami telah mengamankan lokasi penemuan dan mengisolasi kotak hitam. Sayangnya, peralatan khusus untuk membuka wadah pelindungnya tidak tersedia di lokasi kejadian pada saat itu. Tim teknis yang membawa perangkat tersebut masih dalam perjalanan," jelas seorang juru bicara tim investigasi, yang berusaha meredam respons publik. Namun, sumber di lapangan mengonfirmasi bahwa kelalaian membawa kunci yang sesuai telah mengakibatkan keterlambatan awal dalam proses pengambilan data.
Insiden ini menimbulkan kritik dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban dan pengamat keselamatan penerbangan. Mereka mempertanyakan kesiapan dan prosedur operasional standar (SOP) tim di lapangan dalam menangani bukti vital sepenting kotak hitam. "Ini adalah elemen paling kritis dalam penyelidikan. Tidak membawa kunci untuk membukanya seperti polisi lupa membawa alat sidik jari ke TKP. Ini sangat disayangkan dan seharusnya tidak terjadi," tutur seorang ahli kedirgantaraan yang enggan disebutkan namanya.
Korban Jiwa Bertambah: Total 8 Orang Ditemukan
Sementara itu, kabar duka terus berlanjut. Tim SAR berhasil menemukan 6 jenazah lagi dari reruntuhan pesawat, setelah sebelumnya 2 jenazah berhasil dievakuasi. Dengan penemuan terbaru ini, total jenazah yang telah ditemukan dan dievakuasi menjadi 8 orang. Pencarian masih terus dilakukan dengan intensif untuk menemukan korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Operasi SAR yang menghadapi medan yang berat dan cuaca buruk tetap berjalan siang dan malam. Hingga saat ini, identifikasi korban masih dalam proses oleh tim DVI (Disaster Victim Identification).
Kotak hitam yang telah diamankan kini menunggu untuk dibuka dan dianalisis di laboratorium investigasi. Data di dalamnya akan menjadi fondasi utama bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam menyusun rekonstruksi kecelakaan dan merumuskan rekomendasi pencegahan di masa depan.
Namun, insiden "kunci tertinggal" ini telah menyisakan noda pada proses respons awal. Publik dan keluarga korban menuntut transparansi penuh dan proses penyelidikan yang tidak hanya cermat terhadap kecelakaan, tetapi juga mengkaji setiap kelemahan dalam penanganan darurat dan logistik tim di lapangan.
Tragedi ini, yang diperparah oleh insiden teknis yang seharusnya dapat dihindari, kembali mengingatkan semua pihak tentang pentingnya kesiapan sempurna, koordinasi tanpa cacat, dan akuntabilitas dalam setiap tahap penanganan bencana kedirgantaraan. Harapan kini tertumpu pada data di dalam kotak hitam yang tertutup rapat itu, untuk memberikan jawaban dan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.
