![]() |
| Foto:dua WNI Polandia Jauh-jauh datang ke Indonesia cuma mau tau sensasi naik Lori (Kereta api kayu) viral |
VISTORBELITUNG.COM,Di era wisata yang penuh dengan pencarian pengalaman unik dan otentik, dua wisatawan asal Polandia membuktikan bahwa daya tarik sebuah destinasi tak melulu tentang pantai eksotis atau candi megah. Mereka terbang ribuan kilometer, melintasi benua, dengan satu misi yang mungkin jarang terpikirkan oleh banyak pelancong: merasakan sensasi naik lori larian, kereta api tradisional Indonesia yang legendaris.
Lori, atau sering disebut lori Wisata atau lori Lintas, adalah moda transportasi sederhana berupa gerobak kayu yang berjalan di atas rel, biasanya didorong secara manual atau menggunakan mesin kecil. Di beberapa daerah di Jawa, lori menjadi ikon nostalgia dan daya tarik wisata tersendiri, seperti di Ambarawa, Sawahlunto, atau di perkebunan teh. Namun, lori yang dimaksud oleh pasangan Polandia ini kemungkinan besar adalah lori larian versi yang lebih spontan dan “liar”, sering ditemui di jalur rel non-aktif atau bekas perkebunan, di mana kereta kayu ini meluncur dengan gaya bebas, mengandalkan gravitasi dan dorongan tangan.
Ketika ditanya tentang motivasi mereka, kedua traveler ini menjelaskan bahwa mereka mencari pengalaman budaya yang nyata, tidak terfilter, dan penuh adrenalin. “Kami membaca cerita-cerita online tentang petualangan naik lori ini. Itu terdengar sangat mengasyikkan, berbeda sekali dengan kereta api modern di Eropa. Ini seperti menyentuh sejarah industri dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia secara langsung,” kata salah satunya, Mateusz, dengan mata berbinar.
Bagi mereka, lori bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kreativitas dan daya hidup rakyat Indonesia. Proses naik, mendorong, dan merasakan getaran kayu di atas rel tua menawarkan sensasi petualangan yang jarang ditemui di tur berpemandu biasa. “Ini tentang interaksi, tentang sedikit risiko, dan tentang tawa bersama orang lokal. Sensasi freedom-nya luar biasa,” tambah Anna, rekannya.
Perjalanan mereka tidak serta-merta mudah. Mereka harus mencari tahu lokasi mana yang masih memiliki aktivitas lori larian seringkali bukan tempat wisata resmi, melainkan spot yang dikenal oleh komunitas pecinta rel atau penduduk setempat. Dengan bantuan pemandu lokal dan riset mendalam, akhirnya mereka menemukan sebuah jalur di daerah Jawa Barat yang masih aktif digunakan oleh warga dan petualang.
Pengalaman naik lori pun tak mengecewakan. Dengan latar pegunungan hijau dan udara sejuk, mereka duduk di atas papan kayu sederhana, merasakan setiap goncangan dan lengkungan rel. Kecepatannya yang tidak terlalu tinggi justru memungkinkan mereka untuk menikmati pemandangan dan berinteraksi dengan warga yang melintas. “Tertawa bersama, sedikit bahasa isyarat, dan saling membantu mendorong saat lori melambat. Itu adalah momen yang sangat manusiawi dan menyenangkan,” kenang Mateusz.
Kedua wisatawan ini menyadari bahwa lori larian adalah warisan yang mungkin perlahan-lahan menghilang seiring modernisasi. Dengan datang jauh-jauh dari Polandia, mereka tidak hanya mencari sensasi adrenalin, tetapi juga ingin mendokumentasikan dan menghargai bagian dari budaya Indonesia yang autentik ini. “Di Eropa, banyak hal seperti ini sudah sangat dikomersialisasi atau bahkan punah. Melihat langsung bagaimana masyarakat Indonesia mempertahankan dan menikmati warisan sederhana ini sangat menginspirasi,” ujar Anna.
Kisah Mateusz dan Anna mengingatkan kita bahwa daya tarik wisata Indonesia sangatlah beragam. Di balik destinasi utama yang sudah terkenal, tersimpan pengalaman-pengalaman kecil yang justru meninggalkan kesan mendalam. Petualangan mereka juga menjadi pesan bagi industri pariwisata untuk terus melestarikan dan mempromosikan warisan budaya unik seperti lori, dengan cara yang bertanggung jawab dan aman.
Jadi, lain kali Anda berpikir tentang petualangan di Indonesia, ingatlah bahwa bagi dua traveler dari Polandia, keseruan tertinggi justru ditemukan di atas gerobak kayu sederhana yang meluncur di atas rel tua sebuah pengalaman sederhana, namun penuh cerita dan makna.
Mereka membuktikan,terkadang, petualangan terbaik bukanlah yang paling mewah, melainkan yang paling autentik.
