Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri "The Board of Peace": Langkah Strategis di Panggung Global,Apa Fungsinya? -->

Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri "The Board of Peace": Langkah Strategis di Panggung Global,Apa Fungsinya?

Jan 28, 2026, January 28, 2026

 

Foto:Indonesia menjadi salah satu anggota "Board Of peace" Besutan Donal Trump


VISTORBELITUNG.COM,Jakarta – Dalam perkembangan diplomasi yang signifikan, Indonesia baru-baru ini disambut secara resmi sebagai anggota pendiri (founding member) dari organisasi internasional yang sedang berkembang, The Board of Peace. Penyambutan ini menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai salah satu negara yang membidani dan membentuk kerangka kerja organisasi perdamaian global yang baru ini.


Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi ini bukan sekadar pencapaian simbolis, melainkan langkah strategis yang membawa sejumlah fungsi dan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan peran global Indonesia.


Fungsi dan Manfaat Organisasi "The Board of Peace" bagi Indonesia


1. Memperkuat Posisi dan Kepemimpinan Indonesia di Kancah Diplomasi Global


   Sebagai founding member, Indonesia memiliki hak dan pengaruh yang lebih besar dalam menetapkan arah, nilai, aturan dasar (rule-setting), dan agenda prioritas organisasi. Ini selaras dengan politik luar negeri bebas-aktif dan cita-cita konstitusi untuk "ikut melaksanakan ketertiban dunia." Indonesia dapat memastikan bahwa prinsip-prinsip seperti penghormatan pada kedaulatan, penyelesaian sengketa secara damai, dan keadilan menjadi pilar utama organisasi.


2. Platform untuk Mempromosikan dan Mengekspor "Resolusi Konflik ala Indonesia"


   Indonesia memiliki pengalaman berharga dalam menyelesaikan konflik internal (seperti di Aceh dan Poso) serta membangun perdamaian pasca-konflik. Melalui The Board of Peace, Indonesia mendapatkan platform internasional yang legitimate untuk berbagi praktik terbaik (best practices), menawarkan jasa mediasi, dan bahkan mungkin membentuk "sekolah perdamaian" dengan pendekatan khas Indonesia yang inklusif dan berbasis budaya lokal. Ini meningkatkan soft power dan citra Indonesia sebagai global peacemaker.


3. Akses terhadap Jaringan, Informasi, dan Sumber Daya Global untuk Perdamaian


   Sebagai bagian dari jaringan organisasi internasional yang fokus pada perdamaian, Indonesia mendapatkan akses terhadap pertukaran intelijen kawasan, early warning system terhadap potensi konflik, serta peluang untuk berkolaborasi dengan pakar perdamaian dari berbagai negara. Ini dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam mencegah radikalisme, separatisme, dan terorisme di dalam negeri, serta menjaga stabilitas kawasan.


4. Melindungi Kepentingan Nasional dan Warga Negara Indonesia (WNI) di Area Konflik


   Keanggotaan dalam organisasi perdamaian memberikan kanal diplomasi tambahan yang sangat berharga. Jika terjadi krisis atau konflik di wilayah yang melibatkan WNI atau kepentingan ekonomi Indonesia, negara dapat memanfaatkan jaringan dan mekanisme The Board of Peace untuk melakukan advokasi, evakuasi, atau upaya perlindungan warga dengan dukungan multilateral. Ini memperkuat diplomasi perlindungan Indonesia.


5. Sinergi dengan Isu Prioritas Lainnya: Ekonomi, Lingkungan, dan Kemanusiaan


   Perdamaian yang berkelanjutan tidak terpisah dari pembangunan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan. Sebagai anggota pendiri, Indonesia dapat mendorong agar agenda perdamaian organisasi ini terintegrasi dengan isu-isu prioritas Indonesia lainnya, seperti ekonomi biru, ketahanan pangan, dan penanganan pengungsi akibat konflik. Hal ini membuka peluang untuk menarik investasi dan kerja sama teknis ke wilayah-wilayah pasca-konflik di Indonesia.


6. Mendorong Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN


   Stabilitas kawasan adalah kepentingan vital Indonesia. Melalui The Board of Peace, Indonesia dapat mendorong dialog dan membangun kepercayaan antara kekuatan besar yang bersaing di kawasan, seperti AS, China, dan sekutunya. Organisasi ini bisa menjadi forum tambahan yang netral untuk meredakan ketegangan di Laut China Selatan atau Selat Taiwan, yang secara tidak langsung sangat memengaruhi keamanan nasional Indonesia.


Penerimaan Indonesia sebagai anggota pendiri The Board of Peace adalah langkah maju yang cerdas dalam diplomasi Indonesia. Ini bukan sekadar gelar, tetapi sebuah instrumen strategis yang berfungsi untuk: (1) memperkuat suara Indonesia di dunia, (2) melindungi kepentingan nasional, (3) mempromosikan nilai-nilai dan solusi Indonesia, dan (4) berkontribusi pada perdamaian global yang berkelanjutan.


Dengan memanfaatkan posisi founding member secara maksimal, Indonesia berpotensi mengukuhkan dirinya bukan hanya sebagai emerging power secara ekonomi, tetapi juga sebagai indispensable partner dalam perdamaian dan stabilitas dunia.

TerPopuler