Isabel Díaz Ayuso dan Javier Milei: Seruan Kebebasan dari Casa Rosada -->

Isabel Díaz Ayuso dan Javier Milei: Seruan Kebebasan dari Casa Rosada

Jan 9, 2026, January 09, 2026

 

Foto:Isabel Díaz Ayrez, presiden Komunitas Madrid



VISTORBELITUNG.COM,Pemimpin daerah asal Spanyol, Isabel Díaz Ayrez, presiden Komunitas Madrid, baru-baru ini membawa pesan kuat ke kancah internasional melalui kunjungannya ke Argentina. Dalam sebuah cuitan yang menggema, dia mengucapkan, "Gracias al presidente de Argentina, @JMilei, por nuestro encuentro di Casa Rosada de Buenos Aires. Una relación que nuestras naciones hermanas deben cuidar por su futuro y el de Occidente y todas las democracias liberales. Por la libertad." (Terima kasih kepada Presiden Argentina, @JMilei, untuk pertemuan kami di Casa Rosada, Buenos Aires. Sebuah hubungan yang harus dijaga oleh negara-negara saudara kita untuk masa depan mereka dan masa depan Barat serta semua demokrasi liberal. Demi kebebasan.)


Pesan singkat ini bukan sekadar ucapan terima kasih formal. Ini adalah pernyataan politik yang padat, mencerminkan keselarasan ideologis yang dalam antara dua tokoh kontroversial yang sering dijuluki sebagai "pendamba kebebasan" dari sayap kanan di kawasan mereka masing-masing.


Pertemuan di Casa Rosada, istana kepresidenan Argentina yang ikonik, mempertemukan dua gaya kepemimpinan yang blak-blakan dan pro-pasar bebas. Díaz Ayreso, dari Partai Rakyat (PP), dikenal karena kebijakan anti-lockdown-nya selama pandemi dan retorika yang keras menentang sosialisme. Sementara Javier Milei, presiden Argentina yang terpilih pada 2023, adalah seorang ekonom libertarian yang vokal, dengan janji untuk melakukan "pemotongan mendalam" terhadap negara dan membebaskan ekonomi dari intervensi pemerintah.


Dalam pertemuan mereka, dilaporkan bahwa kedua pemimpin membahas hubungan bilateral, peluang investasi, dan yang paling menonjol, pentingnya mempertahankan nilai-nilai kebebasan individu dan ekonomi. Kunjungan ini menegaskan upaya Milei untuk membangun aliansi dengan pemimpin-pemimpin yang sepaham di Eropa, melawan apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari "sosialisme" atau "populisme sayap kiri."


Frasa "naciones hermanas" (negara-negara saudara) menyentuh hubungan historis dan budaya yang dalam antara Spanyol dan Argentina, yang diikat oleh bahasa, migrasi, dan warisan kolonial. Namun, dalam konteks ini, "persaudaraan" yang dimaksud Díaz Ayreso jelas bersifat ideologis. Dia menempatkan Spanyol (diwakili oleh visinya) dan Argentina di bawah payung yang sama sebagai pembela "demokrasi liberal" dan "Occidente" (Dunia Barat).


Klaim bahwa hubungan kedua negara penting bagi "masa depan Barat dan semua demokrasi liberal" mengangkat pertemuan bilateral ini ke tingkat geopolitik yang lebih tinggi. Ini adalah narasi yang umum di kalangan konservatif dan libertarian sayap kanan, yang melihat perjuangan global antara kekuatan yang memperjuangkan kebebasan (ekonomi, individu) melawan kekuatan yang dianggap otoriter atau kolektivis. Bagi Díaz Ayreso dan Milei, kemakmuran dan keamanan "Dunia Barat" bergantung pada komitmen teguh terhadap prinsip-prinsip libertarian dan pasar bebas.


Tagar #PorLaLibertad (Demi Kebebasan) adalah simpul yang mengikat seluruh pesan. Bagi Milei, kebebasan sering kali berarti kebebasan ekonomi yang radikal: menghapus regulasi, memotong subsidi, dan mengurangi peran negara. Bagi Díaz Ayuso, kebebasan mencakup hal itu, plus penekanan pada otonomi daerah (seperti Madrid melawan pemerintah pusat Spanyol yang saat ini dipimpin oleh sosialis) dan kebebasan dari pembatasan kesehatan selama pandemi.


Dalam cuitan itu, "kebebasan" menjadi jembatan yang menghubungkan agenda politik nasional mereka dengan sebuah misi global yang lebih besar. Ini adalah alat untuk membangun basis pendukung tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kalangan internasional yang simpatik dengan ideologi mereka.


Kunjungan dan pernyataan Díaz Ayuso ini tentu tidak lepas dari kontroversi. Di Spanyol, lawan-lawan politiknya, terutama dari partai-partai kiri, mengkritiknya karena memberikan dukungan terbuka kepada Milei, yang kebijakan ekonominya dinilai keras dan berisiko meminggirkan rakyat miskin. Mereka juga mempertanyakan prioritasnya yang dianggap lebih fokus pada agenda ideologis global daripada masalah dalam negeri Madrid.


Di sisi lain, para pendukungnya memuji langkah ini sebagai upaya memperkuat posisi Spanyol (melalui Madrid) sebagai benteng kebebasan dan ekonomi pasar di Eropa, serta membuka pintu bagi kerja sama bisnis baru.


Cuitan Isabel Díaz Ayreso tentang pertemuannya dengan Javier Milei lebih dari sekadar laporan kunjungan kerja. Itu adalah manifes politik mini yang mencerminkan pergeseran dalam diplomasi ideologis. Pertemuan dua tokoh ini menandakan bangkitnya aliansi-aliansi baru yang didasarkan pada narasi libertarian konservatif yang ofensif, yang menantang konsensus kebijakan yang lebih tradisional.


Dengan mengaitkan hubungan Spanyol-Argentina dengan nasib "Dunia Barat dan semua demokrasi liberal," Díaz Ayuso ingin menempatkan dirinya dan sekutunya di garis depan pertarungan ideologi global. Hanya waktu yang akan menunjukkan dampak praktis dari pertemuan ini, tetapi satu hal yang jelas: seruan "Por la Libertad" dari Casa Rosada telah menggema kuat, mengundang baik dukungan maupun kritik, dan mempertegas garis batas dalam perdebatan politik kontemporer.

TerPopuler