
Foto:warga curigai pria ini sebagai peminta-minta dengan Modus "Motor Rusak"
VISTORBELITUNG.COM,Warga Tangerang dan sekitarnya, hati-hati di jalan. Modus penipuan berkedok meminta belas kasihan dengan mendorong motor kembali marak di sejumlah titik jalan raya, terutama di kawasan yang padat lalu lintas. Pelaku berpura-pura mengalami kesusahan, lalu mendekati pengendara atau pemilik kendaraan yang sedang berhenti untuk meminta uang dengan alasan yang dibuat-buat.
Biasanya, pelaku akan terlihat mendorong sepeda motor di pinggir jalan yang ramai, seperti di perempatan lampu merah, depan minimarket, atau pom bensin. Saat ada pengendara yang melambat atau berhenti, pelaku akan mendekat dengan ekspresi memelas. Alasan yang sering digunakan antara lain:
· "Bensin habis, Pak/Bu, mau pulang ke (sebut daerah yang jauh)."
· "Motor mogok, butuh ongkos untuk perbaikan kecil."
· "Dompet ketinggalan, minta bantuan untuk beli bensin saja."
· Terkadang, mereka bahkan mengaku sebagai korban begal atau kehilangan dompet.
Uang yang diminta biasanya berkisar dari Rp20.000 hingga Rp100.000. Mereka memanfaatkan rasa iba dan solidaritas sesama pengendara.
Lokasi Rawan dan Ciri-Ciri Pelaku
Modus ini sering dilaporkan terjadi di:
· Jalan tol dalam kota (terutama saat macet)
· Jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalur Lingkar Luar
· Kawasan industri seperti Bitung, Cikupa, dan sekitar Karawaci
· Depan pusat perbelanjaan atau tempat ibadah yang ramai
Pelaku seringkali berpenampilan biasa, terkadang menggunakan helm dan jaket layaknya pengendara pada umumnya. Mereka bisa bertindak sendiri atau berkelompok kecil dengan pola yang berulang di lokasi sama.
Tips Melindungi Diri dari Modus Ini
1. Tingkatkan Kewaspadaan: Jika melihat orang mendorong motor dan terlihat mencurigakan (misalnya, tidak tampak panik atau justru aktif mendatangi kendaraan lain), sebaiknya abaikan dan lanjutkan perjalanan.
2. Jangan Langsung Memberi Uang Tunai: Niat baik bisa disalahgunakan. Jika ingin membantu, tawarkan bantuan yang lebih konkret dan tidak melibatkan uang.
3. Tawarkan Bantuan Non-Tunai: Misalnya, menawarkan untuk menelepon keluarganya, menghubungi patroli polisi terdekat, atau mengantarnya ke pom bensin terdekat dengan menunjukkan Anda yang akan membayar bensinnya langsung ke kasir.
4. Laporkan ke Aparat: Jika Anda menjumpai kejadian serupa berulang di satu lokasi, laporkan ke polisi setempat atau melalui aplikasi layanan seperti Polisi 110 atau akun media sosial resmi Polres Tangerang. Informasi dari masyarakat sangat membantu patroli untuk menindak.
5. Sebarkan Informasi: Bagikan informasi ini kepada keluarga, teman, dan grup komunitas. Semakin banyak orang yang aware, semakin sulit pelaku beroperasi.
Sudah Menjadi Tren Periodik
Modus "dorong motor" ini sebenarnya bukan benar-benar baru dan cenderung bersifat musiman atau periodik. Pelaku memanfaatkan momen tertentu, seperti awal bulan, akhir pekan, atau ketika lalu lintas padat. Mereka berganti-ganti lokasi untuk menghindari sorotan.
Kapolres Tangerang melalui sejumlah pernyataan telah mengimbau masyarakat untuk bijak dan tidak mudah termakan rasa iba yang dimanipulasi. Bantuan yang tepat sasaran lebih baik daripada uang tunai yang justru bisa memperpanjang aksi para pelaku ini.
Rasa empati dan tolong-menolong adalah hal yang mulia. Namun, di tengah maraknya modus penipuan, kita harus pintar menyaring. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi sumber penghasilan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bantulah dengan cara yang aman dan tidak merugikan diri sendiri.
Ingat: Waspada bukan berarti tidak peduli. Peduli yang cerdas adalah kuncinya.
Jika Anda menjadi korban atau menyaksikan kejadian serupa, segera hubungi Polisi 110 atau datang ke kantor polisi terdekat untuk membuat laporan.