![]() |
| Foto:seorang Pria Teduga pelaku pembakaran ibunya sendiri |
VISTORBELITUNG.COM,Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Lombok, masih menyimpan bau menyengat yang tak mudah hilang bau asap pembakaran dan aroma kem4tian yang menusuk kalbu. Pada Minggu sore, 25 Januari 2026, sebuah pemandangan mengerikan terungkap: sesosok jenazah perempuan terbakar tak berbentuk. Tak ada identitas, tak ada wajah yang bisa dikenali. Hanya sisa bahan bakar minyak yang menjadi saksi bisu atas upaya penghilangan jejak yang kej1.
Namun, tabir gelap itu terkuak kurang dari 24 jam. Fakta yang terungkap justru lebih memilukan dan memicu amarah daripada kondisi jenazah itu sendiri. Korban bukan orang asing, bukan pula korban kejahatan jalanan. Ia adalah Yeni Astuti, seorang ibu yang seharusnya menikmati masa tua dengan tenang. Nyawanya direnggut bukan oleh orang lain, melainkan oleh dar4h dagingnya sendiri.
Pelakunya adalah Bara Prima Rio, anak kandung dari korban. Pria yang seharusnya menjadi pelindung ibunya di hari tua, justru berbalik menjadi algojo. Ia kini duduk tertunduk di hadapan penyidik Polda NTB, setelah ditangkap pada Senin malam di kawasan Vonjok Baru.
Yang membuat hati masyarakat semakin panas: sebelum ditangkap, Bara sempat memainkan sandiwara nyaris sempurna, seolah tak tahu menahu tentang nasib ibunya sendiri. Sebuah pengkhianatan yang tak hanya merusak tubuh, tetapi juga menginjak-injak nilai kemanusiaan dan budaya ketimuran yang menjunjung tinggi hormat kepada orang tua.
Kej4hatan ini bukan sekadar pembunuhan—ini adalah pengingkaran naluri sebagai anak, penghancuran martabat seorang ibu, dan cermin betapa dalamnya kehancuran moral yang bisa terjadi dalam keluarga. Masyarakat Lombok, dan seluruh Indonesia, pantas bertanya: apa yang terjadi hingga seorang anak bisa tega membakar ibunya sendiri? Di mana hati nurani? Di mana rasa syukur kepada orang yang melahirkan dan membesarkannya?
Kami menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Yeni Astuti. Semoga yang terjadi menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Dan bagi pelaku, hukum harus ditegakkan seberat-beratnya karena tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekej4man sekeji ini.
Mari bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan dalam keluarga. Hormati orang tua, lindungi mereka, karena mereka adalah harta yang tak tergantikan.
