![]() |
| Foto:Tiga Mayat ditemukan di kawasan bekas tambang PT.MUTU |
VISTORBELITUNG.COM,BARTIM, BARITO SELATAN – Sebuah penemuan tragis mengguncang wilayah perbatasan antara Kabupaten Barito Selatan dan Barito Utara. Tiga mayat ditemukan di kawasan bekas tambang PIT Swalang yang berada di area PT MUTU, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, pada Senin, 19 Januari 2026.
Laporan awal dilakukan oleh 3 orang warga yang mendatangi pos polisi patas polsek Gunung bintang awai pada pukul 1.35 wib.
Mendapat laporan personil Polsek GBA mendatangi dan mengamankan TKP, kemudian berkoordinasi dengan PT.MUTU terkait dengan batas wilayah masuk ke Barasel atau Barito utara.
Adapun nama-nama korban yang meninggal dunia tersebut diyakini satriansyah alias Asad, alias pak sala warga desa muara singan warga amuntai,HSU dan Kalsel.
"saat ini ketiga jenazah telah dibawa ke kamar mayat RSUD jaraga sasameh dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian."
Lokasi penemuan yang berada di daerah terpencil dan bekas aktivitas pertambangan ini langsung menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, identitas ketiga korban serta kemungkinan penyebab dan waktu kematian masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib.
Kapolres Barito Selatan, saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa tim dari unit Reskrim dan forensik telah diterjunkan ke lokasi kejadian. “Kami sedang mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP secara menyeluruh. Semua pihak diminta untuk tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses penyelidikan,” ujarnya.
Penemuan ini menimbulkan duka dan kecemasan di tengah masyarakat sekitar. Desa Bintang Ara, yang umumnya tenang, kini menjadi sorotan. Warga setempat berharap agar proses hukum berjalan transparan dan penyebab pasti insiden ini dapat segera diungkap.
Beberapa spekulasi awal muncul dari masyarakat, mulai dari kemungkinan kecelakaan kerja, tindak kriminal, hingga faktor lain. Namun, otoritas setempat menegaskan bahwa semua kesimpulan harus menunggu hasil penyelidikan resmi yang didukung oleh bukti-bukti ilmiah.
Pihak PT MUTU, sebagai pemegang izin usaha di wilayah tersebut, juga diperkirakan akan dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan. Koordinasi antara kepolisian kedua kabupaten, Barito Selatan dan Barito Utara, juga diperkuat mengingat lokasi kejadian yang berada di wilayah perbatasan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya keamanan dan pengawasan di daerah-daerah bekas tambang yang sering kali sepi dan rentan terhadap berbagai kejadian. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi tersebut.
Perkembangan lebih lanjut mengenai identitas korban dan temuan penyelidikan akan diumumkan secara resmi oleh kepolisian setelah proses investigasi dinyatakan lengkap.
