![]() |
| Foto:seorang kakak nasehati adeknya untuk tidak pelit ke kakaknya sendiri |
VISTORBELITUNG.COM,Belakangan ini, sebuah percakapan singkat antara kakak dan adiknya menjadi sorotan di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Twitter, dan Instagram. Ungkapan bernada tegas dari sang kakak, yang dijuluki "OMELAN", berhasil mencuri perhatian netizen. Dalam dialog itu, sang kakak menanyakan pilihan tegas kepada adiknya yang enggan berbagi jajan: "Kau pilih kakak atau temanmu?"
Isi percakapan tersebut cukup sederhana namun mengundang tawa dan simpati dari banyak orang. Kakak, dengan nada setengah bercanda setengah serius, mengomeli adiknya yang tidak mau berbagi makanan atau jajan yang dibelikan. Pertanyaan pamungkasnya, "Kau pilih kakak atau temanmu?", seolah memberikan ultimatum yang lucu namun penuh makna. Ungkapan ini dinilai mewakili hubungan kakak-adik yang dekat, di mana kakak sering kali mengambil perhatian sekaligus merasa berhak "menegur" adik dengan cara yang khas.
Tanggapan warganet beragam. Sebagian besar merasa relatable, mengingat pengalaman serupa di masa kecil atau sebagai kakak. Banyak yang berkomentar:
"Lucu banget, rasanya pernah denger omelan kaya gini dari kakak sendiri!"
"Baper dikit tapi ini kasih sayang versi kakak sih."
"Ini mah bukan cuma soal jajan, tapi soal loyalitas keluarga."
Ada pula yang menambahkan konteks bahwa ajaran berbagi, terutama kepada keluarga, memang penting ditanamkan sejak dini.
Di balik kelucuannya, momen ini menyimpan pesan positif. Pertama, tentang pentingnya mengajarkan sikap berbagi pada anak. Kedua, tentang ikatan dan prioritas dalam keluarga. Meski terdengar seperti "ancaman" ringan, di baliknya ada nilai bahwa hubungan persaudaraan perlu dijaga dengan saling peduli dan memperhatikan.
Viralnya percakapan "OMELAN" ini membuktikan bahwa hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang melibatkan hubungan keluarga, sering kali punya daya tarik tersendiri. Di tengah arus informasi serius, kisah seperti ini menjadi hiburan sekaligus pengingat akan kehangatan keluarga. Siapa yang tak tersenyum mengingat bahwa di balik omelan, selalu ada rasa sayang yang terselip?
