Waspada Cedera Kepala di Kolam Renang, Seorang Ayah Selamat Berkat Kecepatan Istri -->

Waspada Cedera Kepala di Kolam Renang, Seorang Ayah Selamat Berkat Kecepatan Istri

Jan 7, 2026, January 07, 2026

 

Foto: dikira anaknya lagi becanda


VISTORBELITUNG.COM,Uniao da Vitoria, Brazil - Sebuah kejadian yang mengkhawatirkan terjadi di halaman rumah keluarga di kota Uniao da Vitoria pada Kamis (1/1/2026) pagi. Seorang pria berusia 38 tahun, yang sedang berenang santai di kolam kecil miliknya, mengalami kecelakaan yang hampir saja berakibat fatal.


Menurut keterangan dari pihak keluarga, saat itu sang istri yang juga berada di sekitar kolam mendengar suara benturan keras. Ia segera menghampiri dan menemukan suaminya dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah kepala si pria terbentur keras di dinding kolam.


"Awalnya saya kira anak kami sedang becanda atau bermain,tapi suami berenang nya seperti tidak biasa dan tidak muncul ke permukaan di dalam air. Tapi suara benturannya berbeda, dan insting saya mengatakan ada yang tidak beres," 


Dugaan awal menyebutkan pria tersebut mengalami shock atau gegar otak akibat benturan keras. Beruntung, sang istri langsung bertindak cepat. Ia segera menarik suaminya keluar dari kolam, memberikan pertolongan pertama untuk menjaga jalan napas, dan segera menghubungi layanan darurat.


Tim medis yang tiba di lokasi dengan cepat menstabilkan kondisi korban sebelum kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Dokter di IGD menyatakan bahwa respons cepat sang istri merupakan faktor kunci yang mencegah kondisi suaminya bertambah parah, seperti risiko tenggelam atau cedera otak yang lebih serius.


Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya keselamatan di area kolam renang, baik yang berukuran besar maupun kecil di rumah pribadi. Berikut beberapa poin kewaspadaan yang bisa diambil:


1. Permukaan Licin: Area di sekitar kolam, terutama yang basah, sangat licin dan rawan menyebabkan terpeleset.


2. Kedalaman Kolam: Kolam yang dangkal sekalipun berbahaya jika terjadi benturan kepala saat melompat, menyelam, atau bahkan hanya berjalan tergelincir di dalam air.


3. Pengawasan: Kehadiran orang lain yang sigap, seperti dalam kasus ini, bisa menjadi penyelamat. Hindari beraktivitas air sendirian.


4. Pertolongan Pertama: Pengetahuan dasar pertolongan pertama, terutama cara menolong orang yang tenggelam atau pingsan, sangat berharga.


Keluarga tersebut menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Korban saat ini masih dalam pemantauan intensif di rumah sakit, namun kondisi kesehatan umumnya sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan.

TerPopuler