![]() |
| Foto:Sosok pocong yang berdiri di atas pagar rumah |
VISTORBELITUNG.COM,– Setiap pekerja malam pasti pernah merasakan lelah setelah seharian beraktivitas. Namun, bagi seorang pria dalam cerita yang viral di media sosial, rasa lelah itu berubah menjadi ketakutan yang tak terjelaskan.
Awalnya ia mengira itu hanya bayangan biasa. Lampu gang yang redup ditambah mata yang sudah lelah setelah bekerja malam sering kali membuat penglihatan kabur. Tapi, ada satu hal yang membuatnya terusik: setiap kali pulang, di titik yang sama, sosok itu selalu ada.
Bukan sekali dua kali, tapi hampir setiap malam. Sosok itu diam, tak bergerak menunggu di setiap malam, juga tak pernah pergi. Yang lebih mengganggu, sosok itu tak pernah muncul di siang hari. Seolah ia hanya menunggu satu hal,saat pria itu pulang.
“Kalau itu cuma halusinasi, kenapa selalu muncul di waktu dan tempat yang sama?” tulis akun horstory dalam unggahannya, 17 jam lalu.
Hal yang membuat warganet merinding adalah kemungkinan bahwa sosok itu bukan sekadar penampakan biasa. Jika benar itu adalah pocong, lalu apa yang dijaganya? Rumah yang ditinggali pria itu, atau justru dirinya sendiri?
Pertanyaan itu menggantung, meninggalkan tanda tanya besar bagi siapa pun yang membaca kisah ini. Banyak yang berspekulasi bahwa sosok itu mungkin arwah penjaga rumah, atau justru entitas yang selama ini mengikuti pria tersebut tanpa ia sadari.
Unggahan ini pun langsung menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa, ada pula yang menyarankan pria itu untuk tidak menoleh jika melihat sosok serupa.
"Jangan pernah ajak ngomong, takut itu penunggu jalan," tulis seorang warganet.
"Mungkin dia nunggu kamu pulang buat jagain kamu dari bahaya lain," komentar warganet lain.
Fenomena seperti ini memang kerap menjadi misteri yang sulit dijelaskan secara logika. Antara lelah, sugesti, atau memang ada dunia lain yang berdampingan dengan kita, semuanya masih menjadi tanda tanya.
Yang pasti, bagi pria itu, malam bukan lagi sekadar waktu untuk beristirahat. Tapi juga waktu di mana ia tak pernah pulang sendirian.
