![]() |
| Foto:penemuan bangunan dibawah tanah |
VISTORBELITUNG.COM,Baru-baru ini, muncul video-video yang mengklaim sebagai dokumentasi penggalian struktur atau kota bawah tanah yang baru ditemukan. Video-video tersebut, diunggung di platform seperti TikTok dengan tagar #tartaria, #mudflood, dan #conspiracy, kembali memicu perdebatan dan spekulasi di dunia maya. Narasi yang menyertainya sering kali mengaitkan penemuan ini dengan teori "Banjir Lumpur Besar" (Mud Flood) dan peradaban Tartaria yang konon "dihilangkan" dari sejarah.
Dalam video yang beredar, terlihat proses penggalian di lokasi yang tidak selalu jelas asal-usulnya. Struktur yang terungkap sering kali menunjukkan dinding bata, lengkungan, atau lorong yang tertimbun tanah sedalam beberapa meter. Pengunggah kerap memberi kesan bahwa ini adalah "bukti" bangunan atau kota kuno yang terkubur secara tiba-tiba dan massal.
Kaitan dengan Teori "Mud Flood" dan Tartaria
Teori konspirasi "Mud Flood" berpendapat bahwa pada abad ke-18 atau 19, terjadi bencana lumpur skala global yang menimbun peradaban canggih sebelumnya, termasuk kekaisaran Tartaria yang konon luas. Menurut teori ini, sejarah kemudian "ditulis ulang" oleh pihak yang berkuasa, dan struktur-struktur megah yang kita kira berasal dari abad-19 sebenarnya adalah peninggalan yang dipulihkan dari timbunan lumpur.
Video-video penggalian struktur bawah tanah seperti ini sering dijadikan "bukti visual" oleh penganut teori tersebut. Mereka berargumen bahwa penemuan bangunan tertimbun di berbagai belahan dunia adalah sisa-sisa peristiwa kataklismik yang sengaja disembunyikan.
Perspektif Arkeologi dan Sejarah Mainstream
Dari sudut pandang arkeologi dan sejarah yang mapan, penemuan struktur tertimbun bukanlah hal aneh. Kota-kota kuno seringkali terbangun di atas lapisan-lapisan pemukiman sebelumnya akibat perang, bencana alam lokal, atau proses urbanisasi. Contohnya seperti kota Troy atau beberapa lapisan permukiman di Roma.
Penimbunan bisa terjadi secara bertahap akibat sedimentasi, longsor, atau karena orang membangun di atas puing-puing bangunan lama. Penggalian infrastruktur modern juga sering menemukan fondasi bangunan tua yang sudah terlupakan, tanpa perlu melibatkan bencana lumpur global.
Teori seperti Tartaria dan Mud Flood menarik karena menawarkan narasi alternatif yang dramatis: sejarah rahasia, bencana besar yang ditutup-tutupi, dan peradaban yang hilang. Narasi ini memanfaatkan ketidakpastian asal-usul beberapa bangunan tua dan rasa ingin tahu terhadap penemuan arkeologi yang otentik. Media sosial, dengan algoritma "fyp" (For You Page) dan "trending", mempercepat penyebaran konten semacam ini, seringkali tanpa konteks dan verifikasi yang memadai.
Video penggalian struktur bawah tanah memang nyata dan menunjukkan aspek menarik dari arkeologi urban bagaimana kota-kota tumbuh dan berlapis. Namun, melompat pada kesimpulan bahwa ini adalah bukti "Banjir Lumpur Besar" global atau peradaban Tartaria yang tersembunyi adalah lompatan yang jauh tanpa dukungan bukti ilmiah.
Penting untuk mendekati penemuan semacam ini dengan kritis: Di mana lokasi pastinya? Siapa yang melakukan penggalian? Apa konteks historis situs tersebut? Dengan begitu, kita bisa mengapresiasi penemuan arkeologi yang sesungguhnya tanpa terjerat dalam jejaring teori konspirasi yang minim dasar fakta.
