![]() |
| Foto:UEA- Kazakhstan |
VISTORBELITUNG.COM,Dalam langkah strategis untuk menghadapi era transformasi digital, Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, Wakil Presiden Uni Emirat Arab, menerima kunjungan kerja H.E. Jaslan Madiev, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pengembangan Digital dan Kecerdasan Buatan Republik Kazakhstan. Pertemuan bilateral yang hangat ini berfokus pada pendalaman hubungan kedua negara serta membuka peluang kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, seiring dengan perkembangan pesat yang terus membentuk lanskap sektor vital ini.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua bangsa untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain aktif dalam gelombang revolusi teknologi global. Diskusi berjalan konstruktif, dengan kedua pihak bertukar pandangan mengenai langkah-langkah konkret untuk memperkuat kerja sama.
Sebagai inti dari pembicaraan, kedua pejabat tinggi menyoroti aspek fundamental dari adopsi teknologi berkelanjutan: pembangunan kapasitas manusia. Mereka bertukar pandangan tentang berbagai cara untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan membangun kemampuan individu. Poin ini diakui sebagai pilar utama untuk memastikan bahwa penerapan AI membawa manfaat yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat dan ekonomi kedua negara.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan, dialog juga menekankan pentingnya berbagi keahlian (sharing expertise). Kolaborasi ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan yang berbasis pengetahuan, di mana pengalaman dan inovasi dari kedua sisi dapat saling melengkapi. Tujuannya jelas: memperkuat kesiapan menghadapi masa depan (future readiness) dengan membangun ekosistem digital dan AI yang tangguh, kompetitif, dan berorientasi pada solusi.
Uni Emirat Arab, dengan visi nasionalnya yang ambisius di bidang AI dan ekonomi digital, serta Kazakhstan, yang giat mendorong agenda transformasi digitalnya, melihat pertemuan ini sebagai batu pijakan penting. Potensi sinergi sangat besar, mencakup bidang-bidang seperti pemerintahan digital, inovasi startup teknologi, penelitian dan pengembangan AI, serta kerangka regulasi yang mendukung.
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan aliran investasi, pengetahuan, dan inovasi dua arah. Dengan menggabungkan kekuatan, kedua negara beraspirasi untuk tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam membentuknya, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Pertemuan antara Sheikh Tahnoon bin Zayed dan H.E. Jaslan Madiev mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas global tentang pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi disrupsi digital. Ini adalah bukti bahwa dengan fondasi sumber daya manusia yang kuat dan kemitraan yang saling menguntungkan, negara-negara dapat secara kolektif memanfaatkan peluang besar yang ditawarkan oleh kecerdasan buatan dan transformasi digital untuk kemakmuran masa depan.
