Program MBG Berujung Petaka: Puluhan Siswa SMPN 31 Palembang Keracunan Usai Santap Roti dan Susu -->

Program MBG Berujung Petaka: Puluhan Siswa SMPN 31 Palembang Keracunan Usai Santap Roti dan Susu

Feb 3, 2026, February 03, 2026

 

Foto: DPRD Ungkap Bahwa ada Kejanggalan Pada Roti Yang tertutup Tanggal Kadarluarsa nya


VISTORBELITUNG.COM,Palembang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk menopang nutrisi dan kesehatan siswa justru berubah menjadi bencana di SMP Negeri 31 Palembang. Insiden keracunan makanan terjadi pada Kamis (23/2/2024), menimpa empat siswa yang mengalami sakit perut, mual, dan pusing usai mengonsumsi paket makanan dari program tersebut.


Suasana ceria di sekolah yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Kelurahan Tuan Kentang itu mendadak sirna dan berganti dengan kepanikan. Kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB, saat bantuan makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di kawasan Jakabaring didistribusikan ke sekolah dalam bentuk paket berisi roti dan susu.


Para siswa, tanpa rasa curiga, segera menyantap kudapan yang seharusnya menjadi penopang gizi mereka. Namun, hanya dalam waktu 15 menit setelah konsumsi, kondisi sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala keracunan. Keluhan sakit perut, mual, hingga pusing mendadak melanda, mengubah suasana kelas menjadi ricuh dan panik.


Sekolah dan tenaga kesehatan setempat segera mengambil tindakan cepat. Keempat siswa yang mengalami gejala terparah mendapatkan pertolongan pertama dan didampingi untuk observasi lebih lanjut. Sisa paket makanan yang belum dikonsumsi langsung diamankan untuk diperiksa guna mengidentifikasi penyebab pasti keracunan.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. H. Muhammad Ali, S.K.M., melalui pernyataan tertulisnya menyatakan telah membentuk tim untuk melakukan investigasi mendalam. "Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tim investigasi dari Dinkes bersama BPOM dan pihak berwenang lainnya telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel dan melacak distribusi makanan. Kami akan transparan dalam mengumumkan hasilnya," ujarnya.


Sementara itu, Program MBG untuk sementara waktu dihentikan distribusinya ke sekolah-sekolah hingga ada kejelasan dari hasil pemeriksaan. Pihak sekolah juga memberikan pemulihan dan pendampingan psikologis bagi siswa yang mengalami trauma akibat kejadian ini.


Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam program bantuan pemerintah, terutama yang menyasar anak-anak sekolah. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh agar program mulia penopang nutrisi siswa tidak lagi berujung pada petaka kesehatan.

TerPopuler