![]() |
| Foto:Vidio Yang Memperlihatkan Ketegangan antara Keluarga Pasien dan Pegawai Puskesmas |
VISTORBELITUNG.COM,Asahan – Sebuah video yang merekam suasana pelayanan di Puskesmas Sidodadi, Kabupaten Asahan, baru-baru ini viral di media sosial. Video tersebut memicu beragam komentar dan kekhawatiran dari masyarakat terkait prosedur pemberian obat malaria kepada seorang pasien.
Menanggapi hal itu, pihak Puskesmas Sidodadi angkat bicara dengan memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Dalam pernyataannya, mereka menjelaskan kronologi lengkap kejadian yang terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026.
Berdasarkan penjelasan pihak puskesmas, seorang pasien datang ke fasilitas kesehatan tersebut untuk mendapatkan pelayanan. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa pasien sebenarnya terdaftar di Klinik Sri Mersing. Meski demikian, pihak puskesmas tetap memberikan pelayanan di Poli Puskesmas Sidodadi.
Pasien datang dengan hasil pemeriksaan mandiri dari Laboratorium Anugrah yang menunjukkan hasil positif malaria. Dokter yang bertugas kemudian memberikan penjelasan mengenai tata laksana pengobatan serta prosedur pengambilan obat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Permasalahan muncul ketika pasien tidak dapat menyerahkan hasil laboratorium dalam bentuk fisik maupun fotokopi Kartu Keluarga sebagai kelengkapan administrasi. Petugas puskesmas pun menjalankan prosedur administrasi yang berlaku, yang kemudian direkam oleh pasien dengan narasi bahwa obat tidak diberikan.
Pihak Puskesmas Sidodadi membantah adanya penolakan pelayanan. Mereka menegaskan bahwa obat tetap diberikan setelah prosedur administrasi dipenuhi oleh pasien.
“Kami tegaskan tidak ada penolakan pelayanan. Pasien tetap kami layani, dan obat diberikan setelah persyaratan administrasi sesuai SOP terpenuhi,” ujar perwakilan Puskesmas Sidodadi.
Dalam klarifikasinya, Puskesmas Sidodadi juga menekankan komitmen mereka terhadap transparansi, pelayanan yang humanis, dan akuntabilitas. Pihak puskesmas menyatakan terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dan pasien, serta ketaatan terhadap prosedur administrasi demi kelancaran pelayanan.
