![]() |
| Foto:Takjil di Masjid Nabawi di bulan suci ramadhan selalu dapat Bonus Tambahan |
VISTORBELITUNG.COM,Jakarta - Menjelang bulan suci Ramadan, berbagai kabar dan informasi seputar ibadah di Tanah Suci kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Muslim Indonesia. Tahun ini, salah satu kabar yang mencuri perhatian adalah soal pembagian takjil gratis di Masjid Nabawi, Madinah, yang dikabarkan disertai dengan pemberian uang tunai 100 dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp1,6 juta kepada setiap jamaah yang berbuka. Benarkah informasi ini?
Isu yang beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan ini menyebutkan bahwa setiap kali seorang jamaah berbuka puasa di area Masjid Nabawi, mereka tidak hanya mendapatkan makanan ringan (takjil) dan makanan berat secara gratis, tetapi juga mendapatkan amplop berisi uang 100 dolar AS. Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS (nilai kurs dapat berfluktuasi), maka nominalnya mencapai sekitar Rp1.620.000 per hari per orang.
Angka yang fantastis ini tentu langsung memicu decak kagum dan keingintahuan banyak orang. Tak sedikit warganet yang berkomentar ingin segera terbang ke Madinah untuk merasakan berkah berlipat ganda tersebut.
Untuk memverifikasi kebenaran informasi ini, mari kita lihat fakta yang ada di lapangan berdasarkan kebiasaan dan laporan dari para petugas haji serta jamaah yang pernah berada di Madinah saat Ramadan.
Tradisi Berbagi Makanan di Dua Masjid Suci: Memang benar bahwa tradisi berbagi makanan untuk berbuka puasa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram adalah pemandangan yang sangat umum, terutama di bulan Ramadan. Para dermawan, individu kaya raya, atau perusahaan dari berbagai negara, termasuk Arab Saudi dan negara-negara Teluk, berlomba-lomba menyediakan ribuan paket makanan. Paket ini biasanya berisi kurma, roti, laban (yoghurt cair), jus, dan makanan berat seperti nasi dengan daging kambing atau ayam.
Fenomena Pemberian Uang Lalu, bagaimana dengan uang 100 dolar AS? Tradisi memberi uang atau sedekah di bulan Ramadan juga merupakan hal yang lumrah di Arab Saudi. Banyak jamaah yang menerima sedekah dalam bentuk uang tunai, baik di dalam maupun di sekitar masjid. Namun, tidak ada program resmi dari pihak masjid atau pemerintah yang menjamin setiap jamaah yang berbuka akan mendapatkan uang 100 dolar AS. Pemberian uang bersifat sporadis, tidak terjadwal, dan tidak merata. Jumlahnya pun sangat bervariasi, tidak selalu 100 dolar AS.
Membedakan Fakta dan Hoaks,Kabar tentang "takjil gratis + Rp1,6 juta" ini masuk dalam kategori informasi yang menyesatkan atau hoaks. Ia menggabungkan dua fakta (adanya makanan gratis dan adanya sedekah uang) lalu memadukannya dengan nominal fantastis yang dipastikan untuk setiap jamaah setiap hari. Ini adalah skenario yang sangat tidak realistis. Jika setiap hari ada ratusan ribu jamaah yang berbuka dan masing-masing diberi Rp1,6 juta, maka dana yang dikeluarkan akan mencapai angka triliunan rupiah per hari, sebuah jumlah yang mustahil.
Para pembimbing ibadah dan konsultan haji yang berpengalaman menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Mereka mengimbau para calon jamaah untuk tidak termakan oleh berita-berita semacam ini. "Memang benar di sana banyak makanan gratis, rezeki dari Allah melalui tangan para dermawan. Tapi soal dapat duta (uang) ratusan dolar setiap hari itu tidak benar. Kalau pun dapat uang, itu pun tidak banyak dan tidak tentu," ujar seorang pembimbing haji dan umrah saat dihubungi.
Para jamaah yang pernah menghabiskan Ramadan di Madinah juga membenarkan bahwa mereka kerap mendapat makanan gratis, bahkan hingga kelebihan stok. Namun, soal uang tunai, mereka mengaku lebih sering mendapatkannya dalam jumlah kecil, seperti 10 atau 20 riyal, atau sesekali mendapat amplop berisi 50-100 riyal dari jamaah kaya yang kebetulan sedang berbagi.
Kabar tentang berbuka puasa dengan takjil gratis di Masjid Nabawi yang disertai uang 100 dolar AS (Rp1,6 juta) setiap hari adalah informasi yang tidak benar atau hoaks. Meskipun tradisi berbagi makanan dan sedekah uang di Tanah Suci adalah nyata dan sangat terasa, pemberian uang dalam jumlah besar, pasti, dan merata seperti yang digambarkan tidak pernah ada.
Jamaah yang berkesempatan beribadah di Madinah selama Ramadan tetaplah beruntung karena dapat merasakan atmosfer iman yang luar biasa dan limpahan rezeki berupa kemudahan mendapatkan makanan berbuka. Namun, mereka tidak perlu berharap mendapatkan uang jutaan rupiah setiap hari, karena hal itu hanyalah isapan jempol belaka. Tetaplah waspada terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu cari sumber berita yang terpercaya.
