![]() |
| Foto:Kepala BGN Nasional |
VISTORBELITUNG.COM,Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) terus mematangkan persiapan pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam upaya membangun fondasi tata kelola yang kuat dan efisien, BGN tidak bekerja sendirian. Lembaga ini memilih untuk belajar dari negara yang telah lebih dulu menjalankan program serupa, yaitu India. Kepala BGN, Dadan Hindayana, secara terbuka menyatakan bahwa India dijadikan role model atau teladan dalam pengembangan program MBG di Indonesia .
Keputusan ini didasari oleh pengalaman panjang India dalam mengelola program makan siang gratis untuk pelajar melalui inisiatif Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman (PM Poshan), yang telah berjalan sejak 1995. BGN melihat India memiliki sistem manajemen distribusi makanan bergizi yang tertata dengan baik, serta pemanfaatan teknologi untuk pengawasan .
"Ya, kita kan, sebelum kita melaksanakan program Makan Bergizi, kita berkunjung ke India. Melihat role model di India," ujar Dadan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu .
Dadan Hindayana menegaskan bahwa Indonesia tidak serta-merta meniru secara mentah-mentah program yang ada di India. Pemerintah mengklaim mengembangkan pola sendiri yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan bangsa. "Bukan kita mencontoh 'plek' di sana. Karena metode yang kita kembangkan beda banget dengan yang di India," tegasnya .
Lantas, aspek apa yang dipelajari BGN dari India? Jawabannya terletak pada sistem dan tata kelola. Pemerintah India telah mengembangkan aplikasi bernama Poshan Tracker, yang memungkinkan pemantauan distribusi makanan secara real-time . Inilah yang ingin diadopsi oleh Indonesia.
"Lebih banyak mungkin nanti ke pengawasan, pengembangan institusi, peningkatan kualitas layanan, dan lain-lain," imbuh Dadan menjelaskan fokus pembelajaran dari India .
Selain itu, BGN juga membuka peluang kerja sama dengan India untuk mendapatkan bimbingan teknis. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat eksekusi program di lapangan, memastikan bahwa proses distribusi dan penyediaan makanan berjalan efisien dan transparan . Pemerintah Indonesia bahkan telah menawarkan pertukaran pengalaman dengan India dalam KTT ASEAN-India ke-22 di Kuala Lumpur, menyadari potensi kuat untuk berbagi pengalaman guna membangun generasi yang lebih sehat .
Belajar dari pengalaman negara lain, BGN bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tengah menyiapkan landasan hukum yang kokoh. Pemerintah sedang menyusun Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mengatur tata kelola dan ekosistem pelaksanaan MBG secara terintegrasi. Regulasi ini akan menjadi fondasi utama bagi seluruh aspek program .
Lebih lanjut, BGN juga mematangkan regulasi teknis lainnya, seperti:
· Standar Gizi: Memastikan penyusunan menu dan pemenuhan zat gizi memiliki standar yang jelas dan seragam berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) .
· Penggunaan Produk Dalam Negeri: Mendorong pemberdayaan pelaku usaha lokal, koperasi, dan badan usaha milik desa untuk terlibat dalam rantai pasok, sehingga program MBG memberikan efek ganda bagi perekonomian nasional .
Dalam proses pembelajarannya, BGN juga mengadopsi prinsip transparansi. Untuk menghindari adanya penerima manfaat fiktif, BGN memastikan pendataan dilakukan secara inklusif. BGN berkolaborasi dengan pemerintah daerah menggunakan pendekatan nama-by-alamat sehingga identifikasi penerima manfaat dapat dilacak hingga ke tingkat individu .
Bahkan, BGN membuka diri terhadap kritik publik. Dadan menyatakan bahwa laporan dari masyarakat, termasuk yang beredar di media sosial, akan menjadi masukan berharga untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas layanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "BGN adalah lembaga terbuka, dan kami bahkan telah menerima peringkat transparansi yang cukup tinggi," ujarnya .
Meskipun menuai kritik dari berbagai pihak terkait pemilihan India yang indeks kelaparannya masih dalam kategori serius, BGN tetap pada pendiriannya bahwa aspek tata kelola dan teknologi di India layak untuk dipelajari . Pemerintah menegaskan bahwa pembelajaran ini bersifat selektif dan adaptif, difokuskan pada modernisasi sistem, efisiensi distribusi, dan penguatan pengawasan, bukan sekadar meniru konsep secara utuh .
Dengan menggabungkan pengalaman internasional, persiapan regulasi yang matang, dan komitmen terhadap transparansi, BGN optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, menjangkau target hingga puluhan juta penerima manfaat, serta membangun kualitas generasi muda Indonesia.
