Kisah Nabi Isa AS Membangkitkan Putra Nabi Nuh dari Kubur -->

Kisah Nabi Isa AS Membangkitkan Putra Nabi Nuh dari Kubur

Mar 7, 2026, March 07, 2026
Foto:Ustadz Felixsiauw



VISTORBELITUNG.COM,Di antara sekian banyak mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada para rasul, kemampuan menghidupkan orang mati merupakan salah satu yang paling luar biasa. Mukjizat ini diberikan kepada Nabi Isa AS sebagai bukti kenabiannya di tengah kaum Bani Israil yang keras kepala. Al-Qur'an secara jelas menyebutkan kemampuan ini dalam Surat Ali Imran ayat 49, di mana Nabi Isa berkata: "...dan aku menghidupkan orang mati, dengan izin Allah." .


Namun, di balik ayat tersebut, kisah-kisah klasik Islam mewarnainya dengan narasi menarik tentang siapa saja yang pernah dihidupkan kembali oleh Nabi Isa. Salah satu kisah yang paling masyhur, meskipun menjadi perdebatan di kalangan ulama, adalah peristiwa dibangkitkannya salah seorang putra Nabi Nuh AS.


Penting untuk membedakan terlebih dahulu sosok putra Nabi Nuh. Dalam sejarah Islam, dikenal adanya anak Nabi Nuh yang durhaka dan tenggelam dalam banjir bandang, yaitu Kan'an (atau Yam dalam beberapa riwayat) . Namun, Nabi Nuh juga memiliki tiga putra saleh yang selamat dari air bah dan menjadi penerus keturunan manusia, sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an Surat As-Saffat ayat 77: "Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan." . Tiga putra tersebut adalah Sam, Ham, dan Yafid (Yafet) .


Nah, dalam kisah mukjizat Nabi Isa ini, para ulama tafsir klasik berbeda pendapat mengenai siapa di antara ketiga putra Nuh yang dibangkitkan. Ath-Thabari dalam sejarahnya menyebutkan bahwa yang dibangkitkan adalah Ham bin Nuh, sementara Ats-Tsa'labi dalam karya yang lain menyebutkan bahwa itu adalah Sam bin Nuh . Republika.co.id mengutip kisah yang menyebutkan Ham sebagai tokoh yang dibangkitkan , sementara sejumlah sumber lain seperti Detik.com dan SINDOnews dengan tegas menyebutkan nama Sam bin Nuh .


Perbedaan ini menunjukkan bahwa kisah ini masuk dalam kategori Israiliyyat (cerita yang bersumber dari tradisi Yahudi-Kristen) yang diadaptasi oleh para ahli sejarah Islam. Hal ini ditegaskan oleh Islamweb.net dalam sebuah fatwa, yang menyatakan bahwa tidak ada hadis shahih dari Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan nama spesifik orang mati yang dihidupkan oleh Nabi Isa. Kisah ini dinilai sebagai cerita yang diambil dari kitab-kitab Bani Israil .


Terlepas dari perbedaan nama, inti kisahnya tetap menarik. Dikisahkan bahwa orang-orang kafir (Yahudi) menantang Nabi Isa. Mereka berkata, "Engkau hanya dapat menghidupkan orang yang baru mati, bisa jadi mereka belum benar-benar mati. Cobalah hidupkan orang yang telah mati lama." .


Nabi Isa kemudian mempersilakan mereka memilih siapa yang akan dibangkitkan. Mereka menunjuk Sam (atau Ham) bin Nuh, seorang tokoh legendaris dari umat terdahulu yang telah meninggal ribuan tahun lalu. Nabi Isa AS pun pergi ke lokasi makamnya, lalu berdoa kepada Allah SWT. Setelah dua rakaat salat dan doa yang khusyuk, atas izin Allah, tanah di kuburan itu terbelah .


Sam bin Nuh bangkit dari kuburnya dalam keadaan hidup. Namun, ada satu perubahan fisik yang mencolok. Ketika wafat ribuan tahun lalu, ia masih dalam usia muda dan rambutnya hitam legam. Kini, saat berdiri di hadapan Nabi Isa dan para pengikutnya, rambut dan jenggotnya telah memutih .


Nabi Isa pun bertanya, "Mengapa rambutmu bisa beruban, padahal di masamu belum ada uban?" Sam menjawab, "Wahai Ruhullah, ketika aku mendengar panggilanmu untuk keluar dari kubur, aku mengira bahwa Hari Kiamat telah tiba. Karena dahsyatnya ketakutan akan hari itu, rambutku langsung memutih seketika" .


Pemandangan ini menjadi sebuah pengajaran berharga bagi Bani Israil yang menyaksikannya. Bahwa seorang nabi besar seperti Sam, yang telah mati ribuan tahun, masih merasakan getaran takut akan hari kebangkitan. Bahkan dalam riwayat Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin, Sam ditanya, "Berapa lama engkau merasakan mati?" Ia menjawab, "Sejak empat ribu tahun yang lalu, dan belum hilang rasa pedihnya maut!" . Ini menjadi gambaran betapa dahsyatnya sakaratul maut, sekaligus menunjukkan kebesaran Allah yang mampu menghidupkan kembali siapa pun.


Setelah perbincangan singkat itu, para pengikut Nabi Isa (Al-Hawariyyun) ingin bertanya lebih banyak kepada Sam, misalnya tentang bagaimana kehidupan di dalam kapal Nabi Nuh saat banjir bandang melanda. Namun, sebelum mereka sempat bertanya lebih jauh, Nabi Isa AS kembali berdoa kepada Allah. Atas izin-Nya, Sam bin Nuh pun kembali meninggal dan jasadnya kembali ke dalam tanah .


Kisah ini, meskipun kontroversial dari segi rantai periwayatan, mengandung pesan tauhid yang sangat kuat. Mukjizat menghidupkan orang mati adalah milik Allah semata, dan Nabi Isa hanyalah perantara yang berdoa. Tujuannya adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah dan kebenaran risalah yang dibawanya, bukan untuk menjadikannya Tuhan seperti yang dituduhkan oleh sebagian kaumnya . Hingga saat ini, kisah Sam bin Nuh menjadi salah satu cerita klasik yang memperkaya khazanah pemahaman umat Islam tentang kekuasaan Allah atas hidup dan mati.


Wallahu A'lam Bisshawab.

TerPopuler