![]() |
| Foto:Medsos |
VISTORBELITUNG.COM,Seorang pengamen jalanan baru saja mengalami pengalaman yang tidak biasa dan menguras pikiran saat menerima tawaran manggung di sebuah rumah kawasan pemukiman. Alih-alih bernyanyi sambil berpindah-pindah tempat seperti biasa, ia justru diberikan tantangan unik oleh pemilik rumah: menyanyikan 150 lagu di tempat yang sama.
Tawaran ini berawal saat pengamen tersebut, sebut saja Andi (30), tengah melintas di depan rumah seorang warga. Biasanya, ia akan menyanyikan satu atau dua lagu di depan setiap rumah sebelum melanjutkan perjalanan. Namun kali ini berbeda. Sang pemilik rumah keluar dan mengajukan proposal yang tak terduga.
“Daripada kamu keliling kampung nyanyi satu-satu lagu dan capek, mending kamu diam di sini, tapi nyanyi 150 lagu. Nanti saya bayar,” kata Andi menirukan tawaran pemilik rumah.
Tawaran itu sontak membuat Andi berpikir keras. Di satu sisi, ia terbiasa bekerja dengan ritme berpindah-pindah untuk mencari peruntungan. Bernyanyi di satu tempat dalam waktu yang lama adalah hal yang belum pernah ia lakukan. Di sisi lain, jaminan pembayaran untuk 150 lagu tanpa harus mengeluarkan energi untuk berjalan kaki adalah tawaran yang menggiurkan.
Setelah melalui proses pertimbangan yang cukup alot di kepalanya, Andi akhirnya menyanggupi tantangan tersebut. Ia pun segera berkoordinasi dengan pemilik rumah untuk menentukan daftar lagu, mulai dari lagu pop lawas, rock, hingga dangdut, memastikan ia memiliki cukup variasi untuk mencapai angka fantastis 150 lagu.
“Otak saya langsung muter. Biasanya hafal lagu asal-asalan yang penting rame, ini harus sampai 150 judul. Saya sampai bolak-balik nanya ke pemilik rumah, 'Beneran 150, Pak?'. Saya takut kehabisan lagu di tengah jalan,” ujar Andi sambil tertawa.
Insiden ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga sekitar. Banyak yang mengapresiasi kreativitas pemilik rumah dalam “mempekerjakan” pengamen, sekaligus heran dengan stamina vokal yang dibutuhkan Andi. Ada pula yang berseloroh bahwa ini adalah cara ampuh untuk mengatasi kebisingan karena pengamen tidak akan bolak-balik melewati rumah yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, Andi tengah mempersiapkan diri untuk “konser tunggalnya” di halaman rumah tersebut. Ia mengaku akan membawa air minum yang cukup dan menyiapkan beberapa lagu dengan nada dasar rendah untuk menghemat suara. Yang terpenting, ia berharap bayaran yang dijanjikan sepadan dengan tantangan mental dan vokal yang harus ia taklukkan.
Pengalaman Andi ini setidaknya menunjukkan bahwa dalam setiap profesi, selalu ada ruang untuk negosiasi dan cara kerja yang tidak biasa. Kadang, diam di tempat tapi berpikir keras, bisa jadi lebih melelahkan daripada berjalan jauh. Namun jika hasilnya sepadan, mengapa tidak dicoba?
