![]() |
| Foto:pixabay |
VISTORBELITUNG.COM,Setelah sebelumnya mendaki mendekati level tertinggi sepanjang masa, Bitcoin justru mengalami koreksi tajam dan menyentuh level sekitar $88.000. Analis pasar sepakat bahwa aksi ambil untung (profit-taking) secara besar-besaran dari investor jangka pendek dan trader menjadi dalang utama pelemahan ini.
Bitcoin telah mencatat rally (kenaikan harga signifikan) yang kuat dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh sentimen positif seperti disetujuinya ETF Bitcoin di berbagai negara dan adopsi institusional. Kenaikan yang cepat ini menciptakan kondisi "overbought" (terlalu banyak dibeli), di mana harga dianggap sudah melampaui nilai wajar dalam waktu singkat.
Banyak trader, terutama yang masuk di posisi lebih rendah (misalnya di kisaran $70.000-$80.000), melihat peluang untuk mengunci keuntungan (lock in profits) saat harga mendekati area resistensi psikologis yang kuat. Aksi jual secara simultan ini memicu gelombang penjualan beruntun (selling pressure). Ketika beberapa besar trader mulai mengambil keuntungan, hal itu menciptakan efek domino yang mendorong harga turun lebih dalam.
Momen koreksi ini sebenarnya dinilai sehat oleh banyak analis, karena melepas panasnya kenaikan dan mengkonsolidasi harga sebelum berpotensi melanjutkan tren bullish jangka panjang. Investor jangka panjang (HODLers) umumnya tidak terganggu dengan volatilitas seperti ini, karena yakin pada nilai fundamental Bitcoin. Namun, bagi trader, momen profit-taking adalah strategi umum untuk mengamankan gains di pasar kripto yang terkenal fluktuatif.
Jadi, penurunan saat ini lebih merupakan penyesuaian teknis dan siklus pasar yang wajar setelah rally kuat, ketimbang didorong oleh berita negatif atau perubahan fundamental. Pasar sedang "bernafas" sebelum menentukan arah selanjutnya.
