![]() |
| Foto:Ibu-ibu Menjadi korban Tabrak lari oleh anak Remaja |
VISTORBELITUNG.COM,Malang – Aksi brutal terjadi di kawasan Jembatan Bandulan. Seorang ibu menjadi korban tabrak lari oleh pengendara motor, yang kini ditangkap kamera CCTV warga pada pukul 04.01 WIB. Insiden yang awalnya diduga kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kini berubah menjadi sorotan yang lebih serius.
Beredar di media sosial dengan narasi yang menggegerkan: "TANGKAP INI UDAH BUKAN LAKA LAGI, SUDAH KRIMINAL!!?" dan "VIRAL! IBU-IBU LAGI NYANTAI JALAN ABIS BELANJA, MALAH MAU DIBUNUH PAKE MOTOR BEAT!" Unggahan-unggahan ini menyertai rekaman CCTV yang memperlihatkan momen traumatis tersebut.
Dalam rekaman itu, terlihat seorang ibu yang sedang berjalan santai usai berbelanja tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh sepeda motor Beat. Aksi tersebut terlihat begitu keras dan menghempaskan korban ke jalan. Yang lebih memicu kemarahan publik, pelaku yang diduga merupakan tiga orang remaja itu langsung kabur meninggalkan korban dalam keadaan terluka parah.
Menurut laporan terbaru, korbannya seorang ibu-ibu yang kini dilaporkan dalam kondisi kritis dan masih mendapatkan perawatan intensif. Kondisi ini semakin menguatkan kecurigaan masyarakat bahwa motifnya bukan sekadar kelalaian, melainkan kesengajaan dengan niat jahat.
Masyarakat pun ramai-ramai meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas. Mereka menegaskan bahwa kejadian ini harus diusut sebagai tindak pidana percobaan pembunuhan atau penganiayaan berat, bukan sekadar kasus tabrak lari biasa. Tekanan publik kini tertuju pada kepolisian untuk segera mengidentifikasi dan menangkap ketiga remaja pelaku yang masih buron.
Polisi setempat diperkirakan sedang menganalisis rekaman CCTV, melacak kendaraan, dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi keji ini. Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dan membantu proses hukum dengan memberikan informasi yang relevan.
Insiden ini menjadi pengingat kelam akan pentingnya keselamatan di jalan dan menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap fenomena kenakalan remaja yang sudah memasuki wilayah kriminalitas berbahaya. Harapan agar korban segera pulih dan keadilan segera ditegakkan bergema di mana-mana.
