![]() |
| Foto:Seorang Dokter yang juga berada dalam penerbangan yang sama, menyelamatkan nyawa balita yang sedang kejang |
VISTORBELITUNG.COM,Sebuah momen dramatis dan mengharukan terjadi di dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu, mengubah suasana kabin yang tenang menjadi ajang pertolongan medis darurat. Insiden ini bermula ketika tiba-tiba terdengar teriakan panik seorang ibu yang meminta pertolongan karena anak balitanya yang berusia sekitar 20 bulan mengalami kejang demam.
Suasana tegang langsung menyelimuti kabin pesawat yang sedang bersiap lepas landas itu. Namun, di tengah kepanikan, muncul sosok penolong yang tepat pada waktu yang tepat. Seorang penumpang, dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A, yang akrab disapa dr. Ika, langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari menuju sumber suara. Beruntung, dr. Ika adalah seorang dokter spesialis anak.
Saat tiba di lokasi, dr. Ika dihadapkan pada kondisi yang sangat kritis. Balita tersebut terlihat dengan kulit yang mulai membiru dan kejang yang terjadi di seluruh tubuhnya, tanda-tanda yang memerlukan penanganan segera. Kehadiran dr. Ika di tempat dan momen yang tepat menjadi faktor krusial dalam upaya penyelamatan nyawa sang anak.
“Saat tiba, kondisi anak sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar dr. Ika, menggambarkan detik-detik genting tersebut. Dengan tenang namun sigap, dokter spesialis anak ini langsung memberikan pertolongan pertama yang diperlukan untuk menstabilkan kondisi balita tersebut di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di dalam pesawat.
Kisah heroik ini menjadi bukti nyata betapa berharganya peran tenaga medis, tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di mana pun dan kapan pun. Kejadian di atas pesawat Citilink ini juga menyoroti pentingnya kesigapan dan kesadaran kolektif dalam situasi darurat, serta kemungkinan adanya “pahlawan tanpa tanda jasa” di sekitar kita.
Hingga berita ini diturunkan, respons resmi dari maskapai Citilink terkait insiden dan apresiasi terhadap tindakan dr. Ika masih ditunggu. Namun, satu hal yang pasti: aksi cepat dan kompetensi dr. Ika telah mencegah situasi yang lebih buruk dan memberikan harapan di ketinggian 30.000 kaki. Sebuah pengingat bahwa kemanusiaan dan profesionalisme bisa bersatu menciptakan keajaiban, bahkan di atas awan.
