Eks Brimob Aceh Pilih Jadi Prajurit Bayaran Rusia dengan Gaji 42 Juta/Bulan Bonus 420 Juta Rupiah -->

Eks Brimob Aceh Pilih Jadi Prajurit Bayaran Rusia dengan Gaji 42 Juta/Bulan Bonus 420 Juta Rupiah

Jan 16, 2026, January 16, 2026

 

Foto:Eks Brimob Aceh



VISTORBELITUNG.COM,Di saat negara ini terus berjuang mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah, sebuah pengkhianatan telanjang justru muncul dari dalam barisan sendiri. Bripda Muhammad Rio, seorang anggota Brimob Aceh yang lama tak berdinas, dikabarkan telah membelot. Sejak awal Desember 2025, ia memilih untuk mengikat kontrak sebagai prajurit bayaran bukan untuk membela tanah airnya, tetapi untuk angkat senjata di bawah bendera Rusia.


Dugaan awal Alasannya? Uang. Gaji fantastis sebesar 42 juta rupiah per bulan dan Bonus 2 Juta Rubel atau sekitar 420 Juta menjadi godaan yang ia pandang lebih berharga daripada sumpahnya sebagai aparatur negara. Sumpah untuk setia pada Republik Indonesia, untuk menjaga rakyat, dan untuk berkorban demi merah putih, ternyata begitu mudah terbeli.


Saat ini provos Satbrimo Polda Aceh telah mendatangi kediaman Bripda Rio yang ditemui hanya Istrinya saja, M.Rio Melanggar dan disidang KKEP oleh Bidpropam Polda Aceh karena Melanggar. 


NBC Interpol Indonesia telah menghubungi Lt. Col.Gregory Borisov Atase Kepolisian Rusia di kedubes Russia di Jakarta. 


Bayangkan! Sementara ribuan anak bangsa lain dengan rela berkorban, berjuang di garis depan dengan gaji yang mungkin tak seberapa, seorang Rio justru melangkahkan kakinya ke medan perang orang lain, dibayar mahal oleh kekuatan asing. Uang yang ia terima mungkin berasal dari negara yang kepentingannya belum tentu sejalan dengan Indonesia.


Ini bukan sekadar kelalaian atau pelanggaran disiplin. Ini adalah pengkhianatan tingkat tinggi. Ia menyemprotkan lumpur pada semua lambang kesatuan yang pernah ia kenakan. Setiap lencana Brimob, setiap atribut negara di seragamnya, ia ludahi nilainya dengan keputusan yang serakah dan tidak berjiwa kebangsaan ini.


Di mana loyalitasnya? Di mana harga dirinya sebagai seorang pelindung masyarakat? Apakah jiwa nasionalisme dan cinta tanah air begitu mudahnya luntur hanya oleh iming-iming rupiah? Tindakannya adalah tamparan keras bagi setiap petugas yang jujur dan berdedikasi, yang tetap bertahan dan berjuang meski dalam keterbatasan.


Tidakkah ini membuat darah kita mendidih? Seorang yang pernah dilatih dan dibiayai oleh negara, justru menjual kemampuannya kepada pihak lain. Ia mengorbankan integritas bangsa untuk kepentingan pribadinya. Ini adalah insiden buruk yang sangat berbahaya. Jika dibiarkan, apa yang akan menghentikan orang lain untuk melakukan hal serupa? Mengkhianati negara demi imbalan materi?


Publik harus marah! Kita harus menuntut pertanggungjawaban! Tindakan Bripda Muhammad Rio ini harus diselidiki tuntas dan diberi sanksi yang setimpal, bukan hanya dari sisi hukum tetapi juga moral. Kita perlu mengingatkan semua aparatur negara tentang arti kesetiaan. Negara ini tidak butuh prajurit bayaran yang berjiwa pedagang. Negara butuh pejuang yang berjiwa patriot, yang menempatkan kedaulatan dan harga diri bangsa di atas segalanya.


Jangan biarkan pengkhianatan seperti ini dipandang sebelah mata. Keamanan dan kedaulatan kita bukan komoditas yang boleh diperjualbelikan!

TerPopuler