Harlah ke-47 Kemenangan Revolusi Islam, Pemimpin Besar Ziarahi Makam Pendiri Republik Islam -->

Harlah ke-47 Kemenangan Revolusi Islam, Pemimpin Besar Ziarahi Makam Pendiri Republik Islam

Jan 31, 2026, January 31, 2026

 

Foto:Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei melakukan ziarah ke mausoleum Pendiri Republik Islam Iran


VISTORBELITUNG.COM,Teheran, 31 Januari 2026 – Pada pagi hari ini, menjelang peringatan bersejarah Harlah ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran, Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei melakukan ziarah ke mausoleum Pendiri Republik Islam Iran, Imam Ruhullah Khomeini (ra). Kunjungan yang penuh makna ini menandai dimulainya rangkaian peringatan hari besar nasional yang diperingati setiap 11 Februari.


Dalam kunjungannya yang khidmat ke kompleks makam di selatan Teheran itu, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyampaikan penghormatan mendalam kepada sang arsitek Revolusi Islam 1979, yang telah mengubah peta politik Timur Tengah dan dunia. Imam Khomeini (ra) memimpin revolusi yang menjungkirkah rezim monarki dan mendirikan sistem Republik Islam, yang hingga hari ini tetap berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan.


Ziarah tahunan ini bukan sekadar ritual, tetapi merupakan simbol kuat kesinambungan (istimrar) antara cita-cita revolusi dan kepemimpinan saat ini. Ia menegaskan komitmen untuk tetap setia pada jalan dan prinsip-prinsip fundamental yang diletakkan oleh Imam Khomeini (ra), terutama prinsip “Mustaz’afin vs Mustakbirin” (kaum tertindas melawan kaum arogan) dan kemandirian bangsa dari pengaruh asing.


Tahun ini, peringatan 22 Bahman (11 Februari berdasarkan kalender Persia) mengusung tema “Ketetapan Hati Rakyat; Keamanan Nasional, dan Kemajuan Ekonomi”. Tema ini mencerminkan prioritas negara di tengah lingkungan regional dan internasional yang dinamis, serta upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi di bawah tekanan sanksi.


Kunjungan Imam Khamenei pagi ini disiarkan secara luas oleh media nasional. Rakyat Iran, dari berbagai lapisan masyarakat, biasanya membanjiri jalan-jalan pada hari peringatan revolusi untuk menunjukkan dukungan mereka. Ziarah pemimpin menjadi pemicu semangat dan pengingat akan perjuangan serta pengorbanan yang telah dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan dan identitas negara.


Para pengamat menilai, di usianya yang ke-47, Republik Islam Iran terus menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Revolusi yang pernah divonis akan cepat runtuh oleh banyak pihak barat, justru bertahan hampir setengah abad, dengan warisan ideologis yang masih menjadi inspirasi bagi banyak gerakan pembebasan di dunia.


Rangkaian peringatan Harlah ke-47 Revolusi Islam resmi dimulai. Esok dan seterusnya, hingga puncaknya pada 11 Februari 2026, Iran akan diwarnai berbagai acara, pameran prestasi, dan pidato yang mengingatkan dunia akan sebuah revolusi yang masih hidup dan terus berbicara.

TerPopuler