![]() |
| Foto:x |
VISTORBELITUNG.COM,Dalam perkembangan terbaru hubungan bilateral, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris yang baru, Sir Keir Starmer. Pertemuan ini menandai langkah awal dalam mempererat kemitraan kedua negara di era pemerintahan baru Inggris. PM Kishida menyampaikan pembicaraan ini melalui akun resminya di platform X, menekankan komitmen untuk membawa kerja sama Jepang-Inggris ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam pernyataannya, PM Kishida menyebut Inggris sebagai "mitra strategis global yang diperkuat" dan yang lebih signifikan, sebagai "negara sekutu yang sangat penting dari perspektif keamanan." Penyebutan ini mencerminkan evolusi hubungan Jepang-Inggris yang telah melampaui kerja sama ekonomi tradisional, memasuki ranah keamanan dan strategis yang lebih mendalam. Kedua negara, sebagai kekuatan demokrasi utama dengan kepentingan global yang selaras, semakin melihat pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan geopolitik yang kompleks.
Pertemuan tersebut berhasil mengonfirmasi komitmen untuk memperkuat kolaborasi di beberapa bidang kunci:
1. Keamanan Siber: Dalam dunia yang semakin terhubung digital, kolaborasi untuk melindungi infrastruktur kritis dan menghadapi ancaman siber menjadi prioritas bersama.
2. Pertahanan dan Keamanan: Kerja sama ini mencakup latihan militer bersama, pengembangan teknologi pertahanan, dan koordinasi kebijakan keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan global, sejalan dengan kebijakan "Free and Open Indo-Pacific" Jepang dan kepentingan strategis Inggris di kawasan.
3. Keamanan Ekonomi: Kedua negara sepakat untuk berkolaborasi dalam mengamankan rantai pasok yang penting, melindungi teknologi kritis, dan membangun ketahanan ekonomi terhadap tekanan dan praktik yang tidak adil.
4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Jepang dan Inggris, yang sama-sama memiliki kekuatan inovasi tinggi, akan mendorong kerja sama riset dan pengembangan di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi kuantum, dan energi bersih.
PM Kishida menegaskan bahwa upaya-upaya ini akan "lebih lanjut ditingkatkan untuk mengangkat kerja sama Jepang-Inggris ke tingkat yang lebih tinggi." Pernyataan ini menunjukkan adanya momentum politik dari kedua pihak untuk secara konkret menerjemahkan kesepakatan strategis menjadi proyek dan kebijakan yang nyata.
Pertemuan ini terjadi dalam konteks dinamika geopolitik yang berubah cepat, di mana stabilitas kawasan Indo-Pasifik menjadi perhatian global. Kolaborasi yang erat antara Jepang, sebagai kekuatan utama di Asia, dan Inggris, sebagai anggota permanen Dewan Keamanan PBB dengan komitmen global, diharapkan dapat berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran berdasarkan aturan hukum internasional.
Dengan fondasi kemitraan strategis yang telah dikuatkan ini, kerja sama Jepang-Inggris diproyeksikan akan menjadi salah satu poros penting dalam arsitektur keamanan dan ekonomi global di tahun-tahun mendatang.
