![]() |
| Foto: Api Biru Kawah Ijen |
VISTORBELITUNG.COM,Fenomena api biru di Kawah Ijen, atau yang dikenal sebagai blue fire, sebenarnya adalah nyala api dari gas belerang yang terbakar. Prosesnya dimulai jauh di dalam perut gunung. Aktivitas magmatik di bawah Kawah Ijen menghasilkan tekanan dan suhu yang sangat tinggi, melebihi 600°C. Gas dengan konsentrasi belerang tinggi, terutama hidrogen sulfida (H₂S), keluar melalui celah-celah atau retakan di dinding kawah .
Saat gas panas ini menyembur ke permukaan dan bersentuhan dengan udara yang kaya oksigen, gas tersebut langsung terbakar. Proses pembakaran inilah yang menghasilkan nyala api dengan warna biru elektrik yang khas, dengan tinggi api bisa mencapai 5 meter . Suhu pembakaran sulfur ini berada di atas 360°C .
Warna biru yang ikonik ini bukan sekadar kebetulan. Fenomena ini dijelaskan secara sains melalui proses yang disebut eksitasi elektron. Ketika gas sulfur (belerang) terbakar pada suhu tinggi, energi dari pembakaran tersebut menyebabkan elektron-elektron dalam atom sulfur "tereksitasi" atau melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi. Karena kondisi ini tidak stabil, elektron akan segera kembali ke tingkat energi semula sambil melepaskan energi berlebih dalam bentuk cahaya .
Setiap unsur kimia melepaskan cahaya dengan warna yang khas saat terbakar. Untuk sulfur, panjang gelombang cahaya yang dilepaskan berada dalam spektrum biru hingga ungu. Inilah yang membuat nyala api di Kawah Ijen terlihat sangat berbeda dari api pada umumnya .
Sensasi visual yang membuat fenomena ini tampak seperti lahar biru yang mengalir berasal dari belerang cair. Suhu tinggi tidak hanya membakar gas, tetapi juga melelehkan belerang padat di sekitarnya. Belerang memiliki titik leleh yang relatif rendah, sekitar 115°C . Belerang cair yang membara ini kemudian mengalir ke bawah di antara celah-celah bebatuan karena gravitasi, menciptakan ilusi sungai lava biru yang memesona .
Sayangnya, keindahan ini tidak bisa dinikmati setiap saat. Api biru hanya dapat dilihat dengan jelas pada malam hari atau sebelum fajar menyingsing, karena cahaya birunya tidak cukup kuat untuk bersaing dengan sinar matahari . Para pengunjung biasanya memulai pendakian dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari, untuk bisa tiba di bibir kawah saat kegelapan masih menyelimuti dan menyaksikan pertunjukan cahaya yang langka ini .
Fenomena api biru Kawah Ijen adalah bukti nyata bahwa keindahan alam seringkali lahir dari proses geologi yang kompleks. Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di Bumi di mana kita bisa menyaksikan elemen kimia terbakar dalam skala besar, menciptakan pemandangan yang terasa seperti berasal dari dunia lain.
