![]() |
| Foto:candi Jabung |
VISTORBELITUNG.COM,candi Jabung adalah salah satu candi Buddha yang terletak di Jawa Timur dan memiliki karakteristik arsitektur yang unik di antara candi-candi lainnya di Indonesia. Berdasarkan informasi dari akun Instagram @sobopunden, keunikan utama Candi Jabung terletak pada bentuk tubuh candi yang silinder (bulat), berbeda dengan kebanyakan candi yang berbentuk persegi. Candi ini memiliki pintu masuk di sisi barat, dan di atas bingkai pintunya terdapat hiasan kepala kala yang disambungkan dengan sepasang naga di bagian bawah, yang dikenal sebagai motif kala-naga.
Salah satu elemen penting yang ditemukan di Candi Jabung adalah angka tahun yang terpahat di ambang pintu, yaitu 1276 Saka atau setara dengan 1354 Masehi. Angka tahun ini menunjukkan bahwa candi ini dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Candi Jabung juga memiliki ruang utama yang disebut garbha graha (ruang suci) dengan bentuk bujur sangkar. Uniknya, permukaan lantai di dalam ruangan ini lebih rendah dibandingkan dengan pintu masuknya, yang menambah kekhasan struktur candi ini. Dinding candi dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan tokoh-tokoh Buddha, menandakan fungsi candi sebagai tempat ibadah umat Buddha pada masanya.
Dalam kolom komentar, seorang pengguna bernama Raden Atharrizqo menyebut Candi Jabung sebagai "Candi lingga era Majapahit", mengaitkannya dengan simbol kebudayaan Hindu-Buddha yang berkembang pada masa itu. Sementara itu, komentar dari cimot cimot mempertanyakan mengapa candi ini tidak dihancurkan oleh penjajah pada masa lalu, dan mengapa bangunan ibadah seperti ini tetap dipertahankan.
Pertanyaan tersebut mengundang refleksi mengenai kebijakan penjajah terhadap warisan budaya, di mana beberapa bangunan bersejarah justru dilestarikan untuk tujuan dokumentasi, penelitian, atau bahkan sebagai simbol kekuasaan. Namun, tidak semua candi mendapat perlakuan yang sama, dan banyak pula yang rusak akibat penjarahan atau pembiaran.
Candi Jabung, dengan bentuk silindernya yang langka, menjadi bukti keragaman arsitektur dan keberagaman religi pada masa Majapahit. Candi ini juga menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang kaya dan berlapis, yang perlu terus dipelajari dan dilestarikan.
#sobopunden #kitaperintisbukanpewaris – sebuah tagar yang mengajak kita untuk tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga perintis dalam menjaga dan memahami warisan sejarah.
