Demi Sepeda Impian, Bocah Kecil Ini Rela Kumpulkan Rongsokan, Netizen: "Mental Juara!" -->

Demi Sepeda Impian, Bocah Kecil Ini Rela Kumpulkan Rongsokan, Netizen: "Mental Juara!"

Feb 28, 2026, February 28, 2026

 

Foto:Perjuangan Adik kecil demi sepeda impiannya


VISTORBELITUNG.COM,Di usia di mana anak-anak lain asyik bermain dan merengek minta mainan baru, seorang bocah kecil justru memilih jalan berbeda. Dengan tangan mungilnya, ia terlihat tekun mengumpulkan barang-barang bekas atau rongsokan, semua ia lakukan demi satu hal: sebuah sepeda impian.


Unggahan dari akun X (dulu Twitter) @nuha_susanto135 yang dibagikan ulang oleh fanbase Al Journal sontak membuat warganet banjir air mata. Dalam foto yang beredar, terlihat seorang anak laki-laki dengan polosnya duduk di antara tumpukan barang bekas yang telah ia kumpulkan. Jiwanya begitu besar, meski raganya masih kecil.


"Kamu Hebat De Bangga sekali dengan anak sekecil ini yang sudah mengerti arti bekerja ,berusa.Tidak merengek, tidak menuntut, hanya berusaha sendiri demi sebuah sepeda impiannya. Mental pejuang seperti ini yang kelak akan mengantarkannya pada kesuksesan." tulis keterangan dalam unggahan tersebut, yang langsung mendapat lebih dari 1.400 komentar hanya dalam waktu 21 jam.


Kisah perjuangan anak ini tidak hanya membuat haru, tetapi juga menggerakkan banyak orang untuk membantu. Kolom komentar pun dibanjiri dukungan dan tawaran bantuan. Salah satu komentar yang paling mencuri perhatian datang dari akun Hendra #5059 yang dengan tulus ingin memberikan sepeda secara cuma-cuma.


"lokasinya dimana. klu dekat ambil la ke toko saya.. sepeda ukuran 18 klu ukuran 20 kebesaran kayak nya," tulis Hendra.


Tawaran spontan ini pun mendapat 81 balasan dari netizen lain yang ikut senang dan berharap si kecil bisa segera mendapatkan sepeda impiannya tanpa harus bersusah payah lebih lama lagi.


Kisah anak ini adalah cermin bagi banyak orang. Di tengah era yang serba instan dan penuh tuntutan, ia justru memilih untuk berusaha. Apa yang ia lakukan bukan sekadar mengumpulkan rongsokan, melainkan sedang membangun pondasi karakter yang kokoh: kerja keras, kemandirian, dan kesabaran.


Sepeda baginya mungkin hanyalah sebuah benda dengan dua roda. Namun, dari proses mengumpulkan satu per satu botol plastik dan besi tua, ia belajar bahwa sesuatu yang berharga dalam hidup tidak selalu datang dengan mudah. Ia layak mendapatkan sepeda itu, bukan karena belas kasihan, tetapi karena ia telah berjuang.


Semoga Allah mudahkan langkahnya, dan semoga sepeda impian itu segera menjadi kenyataan. Kamu hebat, Nak!

TerPopuler