![]() |
| Foto:ukiran pahat |
VISTORBELITUNG.COM,Gunung Penanggungan, sering disebut sebagai “Miniatur Semesta” oleh para pecinta sejarah dan alam, menyimpan segudang peninggalan masa lampau yang memesona. Salah satu destinasi yang mulai banyak dieksplorasi adalah area di sekitar Bukit Gajah, anak dari Gunung Penanggungan. Di sini, kita dapat menjumpai dan menjelajahi candi peninggalan kerajaan yang begitu cantik dan eksotis, dengan detail ukiran yang masih sangat jelas terpahat.
Candi-candi yang tersebar di lereng Penanggungan ini diperkirakan berasal dari era Kerajaan Majapahit, dan berfungsi sebagai tempat pemujaan atau petirtan (pemandian suci). Arsitekturnya yang sederhana namun penuh makna, menggambarkan keterampilan seni dan spiritualitas masyarakat Jawa kuno. Setiap sudutnya menyimpan cerita, setiap ukirannya merupakan simbol yang terkait dengan kosmologi Hindu-Buddha.
Salah satu hal yang membuat pengunjung terkesima adalah kejelasan detail pahatan pada batu andesit. Ornamen berupa relief flora, fauna, dan motif khas Majapahit masih tampak tajam, seakan membawa kita kembali ke zaman kejayaan kerajaan terbesar di Nusantara itu. Nuansa magis dan hening di sekitar candi semakin menambah kekuatan daya tariknya, cocok untuk yang menyukai eksplorasi sejarah sekaligus wisata alam.
Namun, eksplorasi ke Bukit Gajah dan sekitarnya memerlukan persiapan fisik dan navigasi yang baik. Seperti yang diceritakan oleh salah satu pengunjung, “Gunung Gajah itu kecil… tapi saya pernah tersesat di situ… ketemu jalan yang sama terus sampai 7x.” Hal ini mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati, membawa pemandu jika perlu, dan tidak meninggalkan jejak sampah selama perjalanan.
Bagi para pencinta petualangan, sejarah, dan fotografi, Candi di Penanggungan adalah surga tersembunyi yang sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa mendokumentasikan momen perjalanan Anda, dan bagikan keindahannya dengan tagar seperti #penanggungan1653mdpl, #candi, #explore, serta ikuti akun-akun yang aktif membagikan informasi wisata sejarah.
Mari kita jaga bersama kelestarian situs bersejarah ini, agar warisan nenek moyang tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Selamat menjelajah!
