![]() |
| Foto: Orang tua korban yang mencari keadilan untuk anaknya yang bekerja di luar negri |
VISTORBELITUNG.COM,Kasus kematian pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri kembali menjadi sorotan. Kali ini, Reza Valentino Simamora, seorang pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Korea Selatan, diduga tidak mendapatkan keadilan dan transparansi yang semestinya. Keluarganya, yang diwakili oleh Saut Simamora, secara publik memohon perhatian dari Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dengan seruan, "Tolong kami, Pak Prabowo."
Kasus ini disebut-sebut sebagai terulangnya ironi kematian pahlawan devisa negara yang justru “mencoreng rasa keadilan dan sikap tanggung jawab negara”. Keluarga almarhum tidak hanya berduka atas kepergian Reza, tetapi juga harus berjuang menghadapi tembok birokrasi dan informasi yang tidak jelas.Dugaan Pengaburan Hak Asuransi dan Keterlibatan Oknum.
Beberapa fakta dan dugaan mencuat dari kasus ini,Hak Asuransi Kecelakaan Kerja yang “Dikaburkan”: Terungkap bahwa almarhum Reza Valentino Simamora seharusnya memiliki hak atas asuransi kematian akibat kecelakaan kerja. Namun, hak ini diduga “dikaburkan” atau tidak diproses secara transparan oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja dan bahkan diduga melibatkan pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Korea Selatan. Pengaburan ini memperparah penderitaan keluarga yang seharusnya mendapat perlindungan hukum dan finansial.
Surat Keterangan Kematian yang Meragukan Dugaan lebih dalam mengarah pada keterlibatan oknum pejabat di Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Hal ini terkait dengan penerbitan surat keterangan kematian yang “menegaskan tidak mendeteksi penyebab kematian” almarhum. Suratnya ini dianggap kontroversial karena menutupi atau mengaburkan fakta bahwa kematian Reza terjadi akibat kecelakaan kerja, yang seharusnya membawa konsekuensi hukum dan kompensasi yang jelas.
Tuntutan Keadilan dan Transparansi,Keluarga dan publik mempertanyakan:
· Mengapa hak asuransi korban kecelakaan kerja sulit diakses?
· Apa peran dan tanggung jawab perusahaan, KBRI, serta kementerian terkait dalam melindungi hak-hak pekerja migran?
· Benarkah ada oknum yang sengaja mengaburkan fakta untuk menghindari tanggung jawab?
Kasus Reza Valentino Simamora ini bukan hanya tentang satu nyawa yang hilang, tetapi merupakan ujian bagi komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi warga negaranya di luar negeri, khususnya para pahlawan devisa yang menghidupi keluarga dan negara.
Seruan “Tolong kami, Pak Prabowo” dari keluarga Simamora merefleksikan rasa putus asa sekaligus harapan terakhir mereka agar pemimpin tertinggi negara turun tangan mengurai benang kusut ini, mengusut tuntas dugaan pengaburan data dan keterlibatan oknum, serta memastikan keadilan dan perlindungan bagi seluruh pekerja migran Indonesia.
Pemerintah dituntut untuk bersikap transparan, mengambil langkah tegas terhadap semua pihak yang lalai atau terlibat, dan memperbaiki sistem perlindungan PMI agar tragedi serupa tidak terulang lagi di masa depan.
