![]() |
| Foto:Pembakaran Patung Ball oleh Iran |
VISTORBELITUNG.COM,Dalam suasana penuh semangat memperingati 47 tahun kemenangan Revolusi Islam, ribuan warga Iran turun ke jalan dalam sebuah aksi simbolis yang menyita perhatian dunia. Dalam sebuah unjuk rasa akbar, mereka membakar boneka ‘Baal’ sebuah simbol yang dikaitkan dengan kekuatan global yang dianggap menindas, termasuk rezim Israel dan sekutunya.
Aksi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pesan politik yang tajam. Warga Iran dengan lantang menyuarakan penolakan terhadap campur tangan asing dan hegemoni elite global. Boneka Baal, yang dalam tradisi religius disebut sebagai berhala modern, digunakan sebagai representasi dari kekuatan-kekuatan yang disebut-sebut “mengorbankan anak-anak” demi kepentingan politik dan ekonomi.
Dalam narasi yang berkembang di media sosial dan spanduk-spanduk aksi, tertulis:
“خدایی که ایستین و ترامپ برایش کودک قربانی میکنند در آتش ایرانیان سوخت”
Yang berarti: "Tuhan yang Eisenhower dan Trump korbankan anak-anak untuknya, terbakar dalam api rakyat Iran."
Pernyataan ini merujuk pada sejarah panjang intervensi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap Israel dan berbagai kebijakan luar negeri yang dinilai merugikan dunia Islam. Warga Iran menegaskan bahwa mereka tidak tunduk pada tekanan asing dan tidak akan mengakui legitimasi kekuatan yang menindas.
Peringatan 47 tahun Revolusi Islam tahun ini menjadi momentum untuk kembali menegaskan identitas politik Iran yang anti-penjajahan dan pro-kemerdekaan. Aksi pembakaran boneka Baal bukan hanya tontonan, melainkan simbol perlawanan yang terus hidup di tengah masyarakat Iran.
Dengan semangat "jalan revolusi masih berlanjut", rakyat Iran kembali menunjukkan bahwa mereka tidak akan diam menghadapi ketidakadilan global.
---
Follow & Subscribe untuk terus mendapatkan informasi dan analisis mendalam seputar perkembangan politik Timur Tengah dan dunia.
