Temuan Relief Ular Bergigi Bergaya di Gunung di Situs Era Klasik Majapahir Akhir -->

Temuan Relief Ular Bergigi Bergaya di Gunung di Situs Era Klasik Majapahir Akhir

Feb 11, 2026, February 11, 2026

 

Foto:penemuan patung di atas gunung diduga ukiran seni di era klasik Majapahit


VISTORBELITUNG.COM,Media sosial kembali diramaikan oleh unggahan akun Sapta Arga Nuswantara yang memperlihatkan sebuah benda cagar budaya berupa relief unik berbentuk ular. Dalam unggahan 28 Desember 2025, disebutkan bahwa relief tersebut diduga merupakan gaya seni ukir gunung, dan diperkirakan eksis pada masa Majapahit Klasik akhir. Unggahan ini sontak menuai beragam komentar, termasuk sorotan kritis dari warganet soal konteks temuan dan kelayakannya sebagai cagar budaya.


Menurut narasi dalam unggahan, relief ular ini memiliki keunikan tersendiri dari segi gaya ukir. Tim Sapta Arga Nuswantara menduga bahwa bentuk ukiran tersebut merepresentasikan gaya seni gunung sebuah corak yang kerap dikaitkan dengan kosmologi spiritual masyarakat Jawa kuno. Dari segi kronologi, situs tempat relief ini berada diduga berasal dari era akhir Majapahit, meskipun belum dijelaskan metode penanggalan yang digunakan.


Salah satu komentar yang menonjol datang dari akun @cahndlogok99. Ia mempertanyakan apakah relief tersebut baru muncul atau sudah lama ada. Menurutnya, bila benda itu sudah lama berada di lokasi, seharusnya telah viral jauh sebelumnya, mengingat lokasi tersebut merupakan area hutan pinus yang aktif dikelola.


“Pinus itu ditanam, saat menanam pasti kelihatan, dan setiap hari ada aktivitas penyadapan getah,” tulisnya. Komentar ini membuka perspektif penting: bahwa konteks lingkungan sekitar hutan produksi dapat menjadi petunjuk awal mengenai seberapa lama suatu objek diketahui masyarakat.


Perdebatan semacam ini mencerminkan dinamika baru dalam pelestarian cagar budaya di era digital. Masyarakat kini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga penguji validitas data secara partisipatif. Di satu sisi, temuan Sapta Arga Nuswantara patut diapresiasi sebagai bentuk dokumentasi mandiri. Namun di sisi lain, kehati-hatian metodologis tetap diperlukan agar tidak mencampurkan fakta arkeologis dengan praduga semata.


Relief ular bergaya gunung dan terdapat ukiran Orang yang berbaring diatas ini menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh otoritas cagar budaya dan akademisi. Namun tanpa kajian stratigrafi, komparasi gaya seni, dan konfirmasi kronologi, statusnya sebagai temuan Majapahit masih perlu diuji. Kolaborasi antara pegiat budaya, masyarakat, dan ahli menjadi kunci agar warisan leluhur tidak tenggelam dalam kontroversi, tetapi justru terang dalam kebenaran ilmiah.

TerPopuler