Tragedi Kemanusiaan di Gaza Utara Warga Sipil yang Mengantre Bantuan Jadi Sasaran Tembak -->

Tragedi Kemanusiaan di Gaza Utara Warga Sipil yang Mengantre Bantuan Jadi Sasaran Tembak

Feb 26, 2026, February 26, 2026

 

Foto:Penduduk Gaza ditembaki saat Mengantri makanan


VISTORBELITUNG.COM,Sebuah rekaman yang baru saja beredar luas kembali menyoroti kerasnya situasi di Jalur Gaza, di mana nyawa warga sipil yang tengah berjuang melawan kelaparan harus berhadapan dengan peluru. Dalam rekaman tersebut, terlihat pasukan melepaskan tembakan dengan senjata berat ke arah kerumunan warga yang sedang mengantre menunggu truk bantuan makanan di Gaza utara.


Momen yang seharusnya menjadi harapan untuk mendapatkan pasokan hidup justru berubah menjadi tragedi berdarah. Mereka yang berdesakan mengantre untuk sekadar mendapatkan makanan bukanlah kombatan atau pejuang, melainkan warga biasa laki-laki, perempuan, dan mungkin anak-anak yang tengah berusaha bertahan hidup di tengah blokade dan keterbatasan ekstrem.


Insiden ini memantik kembali pertanyaan serius tentang penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Dalam setiap konflik bersenjata, terdapat prinsip-prinsip mendasar yang tidak boleh dilanggar, salah satunya adalah kewajiban untuk melindungi warga sipil. Titik-titik distribusi bantuan, yang merupakan fasilitas kemanusiaan, seharusnya menjadi zona yang aman, bukan lokasi di mana kekuatan mematina l digunakan.


Prinsip pembedaan dan proporsionalitas harus menjadi kompas dalam setiap operasi militer. Prinsip pembedaan mengharuskan pihak yang bertikai untuk selalu membedakan antara kombatan dan warga sipil, serta menargetkan hanya objek militer yang sah. Sementara itu, prinsip proporsionalitas melarang serangan yang diperkirakan akan menimbulkan kerugian warga sipil yang berlebihan dibandingkan dengan keuntungan militer yang diharapkan.


Membuka tembakan ke arah warga sipil yang tidak bersenjata dan sedang mengantre makanan adalah bentuk pengabaian total terhadap kedua prinsip ini. Peristiwa ini bukan hanya sebuah pelanggaran, tetapi juga menjadi simbol penderitaan warga sipil yang terus menjadi korban di tengah konflik yang berkepanjangan.


Dunia kembali dihadapkan pada bukti nyata bahwa akses kemanusiaan dan perlindungan sipil di Gaza masih jauh dari kata aman. Tembakan yang diarahkan kepada mereka yang kelaparan ini adalah sebuah pengingat kelam bahwa bahkan kebutuhan paling dasar untuk bertahan hidup pun dapat berubah menjadi hukuman mati.

TerPopuler