Tragedi Tual Bocah 14 Tahun Tewas Diduga Dipukul Anggota Brimob dengan Helm -->

Tragedi Tual Bocah 14 Tahun Tewas Diduga Dipukul Anggota Brimob dengan Helm

Feb 23, 2026, February 23, 2026

 

Foto:Nasri Karim yang menjadi saksi di Lokasi kejadian Atas Tindakan Anggota Brimob diluar batas Kewenangan



VISTORBELITUNG.COM,Kesaksian mengerikan mewarnai tewasnya seorang anak berusia 14 tahun di Tual, Maluku. Korban yang diidentifikasi berinisial AT dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan oleh aparat kepolisian saat mengendarai sepeda motor di jalanan Tual.


Berdasarkan kesaksian warga bernama Nasri Karim, peristiwa nahas itu bermula saat AT mengendarai sepeda motornya. Seorang anggota Brimob tiba-tiba melompat ke depan motor korban, lalu mengayunkan helm ke arah AT. Tidak seperti prosedur penghentian kendaraan pada umumnya, tindakan di lapangan justru diduga langsung mengarah pada kekerasan fisik.


"Anggota Brimob melompat ke depan motor yang dikendarai AT (14), lalu mengayunkan helm ke arah korban," ungkap Nasri dalam kesaksiannya.


Tindakan tersebut menuai tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan apakah prosedur penghentian kendaraan memang membolehkan aparat melakukan lompatan ke arah pengendara dan memukul dengan helm. Standar penggunaan kekuatan yang semestinya dijunjung tinggi oleh aparat bersenjata dan terlatih pun dipertanyakan.


Tragedi di Tual ini kembali membuka luka lama dan menguji keseriusan reformasi di tubuh Polri. Ketika aparat di lapangan justru bertindak di luar koridor prosedur, maka kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum kembali terkikis.


Kasus ini menjadi sorotan karena korbannya masih di bawah umur. Seorang anak yang seharusnya dilindungi justru kehilangan nyawa di jalanan. Publik kini menanti langkah tegas dari institusi Polri untuk mengusut tuntas kasus ini, mengungkap fakta di lapangan, dan menindak aparat yang terbukti melakukan pelanggaran.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut. Namun, desakan dari berbagai kalangan terus mengalir agar kasus ini diproses secara transparan dan berkeadilan.


Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak dan penegakan hukum yang humanis harus menjadi prioritas utama, bukan justru menjadi momok yang menakutkan di jalanan.

TerPopuler