![]() |
| Foto:MBG yang dibagikan di daerah Lebak,Banten |
VISTORBELITUNG.COM,Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh sebuah video unboxing paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar luas. Alih-alih mendapat kesan positif, isi paket tersebut justru menuai sorotan tajam dan membuat warganet geleng-geleng kepala. Video yang dikabarkan terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini pun langsung memicu perdebatan sengit di kolom komentar.
Dalam rekaman tersebut, tampak isi paket makanan yang dinilai jauh dari kata "bergizi". Momen ini sontak mengundang reaksi keras dari publik. Tagar seperti #mbgbermisalah pun ikut bergulir, menjadi wadah kritik masyarakat terhadap program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi anak bangsa ini.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar. Mayoritas warganet menyuarakan kekecewaannya. Akun Jay aswat bahkan membuat perbandingan pedas, "Kalah sama sesajen yg di tempat tempat angker padahal buat jin lebih baik dan bergizi." Komentar ini pun mendapat ribuan likes dari netizen lain yang setuju.
Tak ketinggalan, akun Haris colections1 menyindir dengan nada bercampur heran, "1ekor lele, sama daging sapi nya mana ko gak di vidio bang." Sementara itu, Naga Alma dengan tegas menyerukan, "Harus kompak tolak semua MBG yang tidak sesuai," sebuah ajakan yang mendapat dukungan luas dari warganet.
Namun, di tengah badai kritik, muncul suara pembela dari kalangan yang mengaku sebagai pelaksana program. Seorang akun bernama Moch fajar, yang mengaku sebagai relawan pegawai MBG, menuliskan kekecewaannya, "aku sebagai relawan pegawai MBG merasa tersakiti dengan postingan ini karena itu kerja keras kami." Pernyataan ini pun langsung mendapat respons tajam dari netizen lain. Akun SSN26 membalas sinis, "kerja keras apaan klo ky gtu buktinya."
Perdebatan ini menyorot satu pertanyaan besar: apakah program MBG sudah berjalan sesuai dengan tujuannya? Di satu sisi, ada pihak yang bekerja keras di lapangan. Di sisi lain, publik menilai hasil akhir yang sampai ke tangan penerima masih jauh dari kata layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai video viral tersebut. Yang jelas, polemik ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk memastikan bahwa program sekelas MBG tidak hanya sekadar jargon, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan bergizi bagi masyarakat. Jangan sampai niat baik untuk mencukupi gizi berakhir menjadi santapan pahit bagi yang menerima.
