![]() |
| Foto:Terduga pensiun TNI yang terlibat adu argumen dengan masyarakat |
VISTORBELITUNG.COM,Gara-gara dugaan cekcok antara seorang oknum pensiunan TNI dan warga biasa, publik kembali diingatkan tentang mentalitas "junior" yang masih suka berlaku semena-mena meski sudah lepas dari seragam. Kejadian di areal PTPN IV Riau ini bukan sekadar konflik lahan biasa, melainkan cermin bagaimana oknum tertentu merasa masih punya kuasa untuk menuding, mengancam, dan berlaku seolah berada di atas hukum.
Bocoran informasi yang beredar menyebut sang pensiunan TNI tersebut dengan sombongnya menuduh warga setempat mencuri di lahan tersebut. Yang menjadi pertanyaan: dengan bukti apa? Atas dasar apa tuduhan itu dilontarkan? Atau jangan-jangan, ini sekadar arogansi lama yang terbawa setelah pensiun, merasa segalanya bisa diselesaikan dengan cara intimidasi?
Miris! Di saat masyarakat sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, masih ada oknum yang tega menggunakan status masa lalunya untuk menekan rakyat kecil. Status TNI seharusnya menjadi kebanggaan yang dijunjung tinggi, tetapi ulah seperti ini justru mencoreng nama baik institusi. Apalagi, konflik di lahan PTPN IV Riau ini melibatkan masyarakat yang mungkin hanya mencari nafkah di sekitar lokasi.
Kita semua tahu, persoalan sengketa lahan tidak boleh diselesaikan dengan cara main tuduh atau adu otot. Harus ada proses hukum yang transparan dan bukti yang sah. Tapi rupanya, oknum ini merasa jalannya sendiri lebih efektif—sebuah pola pikir kuno yang merendahkan martabat warga dan menghina sistem peradilan kita.
Ini bukan sekadar cekcok antarindividu. Ini soal penyalahgunaan status, intimidasi terhadap rakyat kecil, dan mentalitas merasa kebal hukum. Media sosial pun kini mulai geram. Tagar #StopIntimidasiPensiunanTNI dan #PTPN4Riau mulai ramai di Twitter, diikuti dengan unggahan-unggahan bernada kemarahan dan kekecewaan.
Publik menuntut klarifikasi, transparansi, dan proses hukum yang adil. Jika memang warga terbukti bersalah, silakan diproses sesuai hukum. Tapi jika tuduhan itu hanya berdasarkan prasangka dan arogansi, maka oknum ini harus bertanggung jawab—baik secara hukum maupun secara moral.
Mari sebarkan. Mari tag pihak berwenang. Mari kita jaga hak warga agar tidak diinjak-injak oleh mereka yang masih merasa punya "privilege" karena seragam masa lalu.
---
#StopIntimidasi #PensiunanTNI #PTPN4 #Riau #MainHakimSendiri #HargaiWarga #AdilUntukSemua #Viral #Keadilan
