Ramai WNI Lolos Jadi Tentara Nasional Amerika Serikat Salah Satunya Taftazani -->

Ramai WNI Lolos Jadi Tentara Nasional Amerika Serikat Salah Satunya Taftazani

Jan 24, 2026, January 24, 2026

 

Foto:Salah satu WNI yang Mendapat Green Card 


VISTORBELITUNG.COM, Di tengah arus globalisasi dan mobilitas manusia, tidak jarang kita menemukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang membangun karier di tempat yang tak terduga, termasuk di dalam angkatan bersenjata negara lain. Salah satu kisah yang sempat menarik perhatian adalah perjalanan Taftazani, seorang WNI yang memilih untuk mengabdi dan menjadi bagian dari Tentara Nasional Amerika Serikat.


Motivasi warga negara asing, termasuk WNI, untuk bergabung dengan militer AS memang beragam. Namun, faktor yang seringkali disebut-sebut adalah jaminan finansial, manfaat jangka panjang, dan peluang untuk mendapatkan kewarganegaraan AS melalui program Military Accessions Vital to the National Interest (MAVNI) meskipun program ini saat ini ditangguhkan dan sedang ditinjau ulang.


Bagi banyak orang, gaji dan tunjangan yang kompetitif menjadi daya tarik utama. Dibandingkan dengan standar gaji di banyak negara, termasuk Indonesia, imbalan finansial yang ditawarkan militer AS memang signifikan dan terstruktur dengan jelas.


Penting untuk dipahami bahwa kompensasi tentara AS (disebut "military pay") terdiri dari beberapa komponen: Basic Pay (gaji pokok), Basic Allowance for Housing (BAH), Basic Allowance for Subsistence (BAS), serta berbagai insentif dan bonus khusus (untuk tugas tertentu, lokasi berbahaya, keterampilan khusus, dll.). Seorang prajurit seringkali menerima total kompensasi yang jauh lebih tinggi daripada gaji pokoknya saja.


Berikut adalah perkiraan angka total kompensasi tahunan untuk beberapa pangkat awal dan menengah pada tahun 2024 (menggunakan asumsi tertentu untuk tunjangan):


1. Private (E-1) dengan masa kerja < 2 tahun:

   · Basic Pay: Sekitar $24,000 per tahun.

   · Tunjangan (BAH & BAS): Diperkirakan $15,000 - $20,000+ per tahun (tergantung lokasi penempatan).

   · Manfaat Lain: Asuransi kesehatan (TRICARE) hampir gratis, pendidikan (GI Bill) senilai puluhan ribu dolar, liburan 30 hari/tahun.

   · Total Kompensasi Perkiraan: $39,000 - $44,000+ per tahun (belum termasuk nilai manfaat non-tunai seperti asuransi dan pendidikan).


2. Sergeant (E-5) dengan masa kerja 6 tahun:

   · Basic Pay: Sekitar $35,000 per tahun.

   · Tunjangan (BAH & BAS): Diperkirakan $20,000 - $30,000+ per tahun.

   · Total Kompensasi Perkiraan: $55,000 - $65,000+ per tahun.


3. Captain (O-3) dengan masa kerja 4 tahun:

   · Basic Pay: Sekitar $55,000 per tahun.

   · Tunjangan (BAH & BAS): Diperkirakan $25,000 - $35,000+ per tahun.

   · Total Kompensasi Perkiraan: $80,000 - $90,000+ per tahun.


Catatan Penting: Angka di atas adalah perkiraan. Basic Allowance for Housing (BAH) sangat bervariasi, bergantung pada kode pos (lokasi) dan apakah prajurit memiliki keluarga. Misalnya, BAH di San Francisco akan jauh lebih tinggi daripada di Kansas. Selain itu, ada bonus untuk tugas khusus (penyelam, penerjun, dll.) atau penempatan di zona bahaya.


Taftazani, yang kisahnya pernah diangkat di berbagai media, adalah contoh konkret. Sebagai WNI, ia harus melalui proses yang panjang dan ketat. Ia diyakini bergabung melalui jalur yang legal, kemungkinan besar sebagai Permanent Resident (Pemegang Kartu Hijau) yang kemudian mendaftar. Prosesnya meliputi:


· Lolos tes fisik dan medis yang ketat (MEPS).

· Lulus pemeriksaan latar belakang dan keamanan.

· Menandatangani kontrak selama beberapa tahun.

· Mengikuti pelatihan dasar (boot camp) yang terkenal keras.


Keberhasilannya bukan hanya tentang finansial, tetapi juga tentang dedikasi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi dalam sistem militer asing. Ia membawa nama Indonesia dengan prestasinya.


Kisah seperti Taftazani membuka diskusi tentang:


· Kesempatan Global: WNI memiliki potensi untuk bersaing dan berkarya di panggung internasional, termasuk di bidang yang sangat menantang.


· Pertimbangan Kompleks: Keputusan untuk bergabung dengan militer asing tidak hanya tentang gaji, tetapi juga tentang komitmen, risiko, dan kesiapan menghadapi perbedaan budaya yang besar.


· Status Kewarganegaraan: Penting untuk dicatat bahwa menjadi tentara AS tidak secara otomatis membatalkan kewarganegaraan Indonesia. Indonesia pada prinsipnya mengakui dwikewarganegaraan terbatas, tetapi WNI yang secara sukarela masuk militer asing mungkin menghadapi kompleksitas hukum tertentu. Konsultasi dengan pihak kedutaan atau konsulat sangat disarankan.


Minat sebagian masyarakat Indonesia untuk bergabung dengan tentara AS, seperti yang dicontohkan Taftazani, memang dapat dimengerti dari sisi finansial. Gaji dan tunjangan yang ditawarkan, dengan total kompensasi yang bisa mencapai puluhan ribu dolar per tahun untuk pangkat rendah-menengah, merupakan daya tarik kuat. Namun, di balik angka-angka itu, ada perjalanan penuh tantangan, disiplin, dan komitmen yang luar biasa. Kisah-kisah seperti ini mengingatkan kita pada potensi dan ketangguhan anak bangsa, sekaligus pentingnya memahami setiap konsekuensi dari pilihan hidup yang begitu besar.


Sumber Informasi Detail yang Dapat Diakses:


· Situs resmi U.S. Army: www.goarmy.com

· Kalkulator gaji militer DFAS: https://www.dfas.mil/militarymembers/payentitlements/Pay-Calculators/

· Artikel dan berita dari media terpercaya yang mewawancarai WNI yang berpengalaman.

TerPopuler